Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 17:01 WIB

Koleksi Busana Pengantin Ini Padukan Adat & Modern

Selasa, 3 Desember 2019 | 21:00 WIB
Koleksi Busana Pengantin Ini Padukan Adat & Modern
(foto: inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Desainer Asky Febrianti meluncurkan koleksi busana pengantin terbarunya dalam peragaan busana bertajuk "Indonesian Beauty 2019". Koleksi ini menghadirkan sentuhan adat yang dipadu dengan modern.

Terdapat 19 koleksi busana pengantin karya Asky yang dipamerkan di acara Wedding Open House 2019, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, akhir pekan kemarin.

"Saya ingin menggabungkan peradatan yang ada di Indonesia dalam satu acara. Seperti kita tahu, Indonesia kaya banget dalam busana pengantin daerah," kata Asky, yang menampilkan busana pengantin Nusanatara dari Betawi, Sunda, Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan daerah yang lainnya.

Kesan modern dari busana Asky bermain dengan payet dan detail yang berbeda dari busana tradisional pada umumnya. Akan tetapi, Asky tetap mempertahankan ciri khas beberapa daerah, terutama dalam pemilihan warna.

Seperti Sumatera dan kota-kota yang di sekitarnya yang menyukai warna-warna bold, warna terang seperti merah dan emas. Penempatan payet yang banyak memberi kesan lebih gemerlap dan mahal bagi pengantin. Untuk pengantin Sunda, Asky memilih untuk menonjolkan warna hijau. Warna hijau dipilih untuk mewakili warna keraton.

"Karena kalau mau diteliti, kekeratonan itu juga warnanya juga ada yang warna hijau kalau dari Cirebon. Jadi aku ambil temanya warna hijau dari Cirebon, Sunda yang lainnya mengikuti hijau," papar Asky.

Untuk busana pengantin adat Jawa, perancang lulusan Raffles Design Institute Singapore ini memilih dominan warna putih.
"Warna putih karena biasanya dipakai untuk akad, warna bronze, dan juga warna peach," ungkapnya.

Sementara itu, Indria Brahmana selaku Director of Sales & Marketing Hotel Gran Mahakam mengaku antusias berkolaborasi dengan Asky.

"Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Asky Febrianti karena Asky merupakan desainer baju pegantin Indonesia tradisional yang sedang naik daun," ucapnya.

Indria menilai kolaborasi pihaknya dengan Asky Febrianti menghasilkan sesuatu yang sangat unik, salah satunya pertemuan nuansa Eropa dengan unsur kedaerahan Indonesia.

"Gedung Gran Mahakam ini bernuansa Eropa. Ketika digabungkan dengan konsep pernikahan tradisional ternyata sangat luar biasa. Seperti West meet East," kata Indria. [adc]

Komentar

x