Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 16:02 WIB

Indonesia Tuan Rumah Forum Perkembangan Kesehatan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 21 November 2019 | 13:15 WIB
Indonesia Tuan Rumah Forum Perkembangan Kesehatan
Oscar Primadi - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan The SMERU Research Institute, didukung PT Novartis Indonesia, jadi tuan rumah Asia Pacific Future Trends Forum Ke-12 pada 20-21 November 2019.

Sebuah forum internasional tahunan, di mana para pemangku kepentingan dari negara-negara Asia Pasifik bertemu dan berdiskusi tentang perkembangan dan tantangan yang dihadapi dalam sistem kesehatan.

Mengangkat tema "Roadmap to National Health Insurance: Acceleration through Public-Private Partnership" (Peta Jalan menuju Jaminan Kesehatan Nasional: Akselerasi melalui Kemitraan Pemerintah-Swasta), FTF ke-12 akan diisi oleh pembicara dari beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan Thailand.

"Jaminan Kesehatan Nasional adalah komitmen kita untuk memajukan sumber daya manusia agar mencapai Indonesia Maju di tahun 2045. Untuk menjangkau lebih dari 265 juta penduduk Indonesia, kita perlu meningkatkan dan menyempurnakan penerapannya. Saat ini, bagi masyarakat miskin dan tidak mampu Pemerintah dan Pemerintah Daerah telah membiayai kurang lebih 135 juta jiwa atau sekitar setengah jumlah penduduk," kata Oscar Primadi Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis, (21/11/2019).

Sebanyak 96,6 juta jiwa dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan 38,4 juta jiwa dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebagai penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. Lebih lanjut Menteri Terawan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperkuat program JKN.

"Luasnya cakupan serta banyaknya peserta yang perlu dikelola mendorong kita mengarahkan program-program kepada Health 4.0. Di mana, inovasi terkini seperti pemanfaatan big data dan digital, akan dapat meningkatkan informasi tentang patients journey serta memperkuat sistem kesehatan kita. Namun kami tidak dapat melakukannya sendiri, perlu adanya sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta," tambahnya.

Penerapan JKN di negara-negara Asia Pasifik memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat secara umum, khususnya dalam hal akses, baik akses terhadap obat-obatan, maupun terhadap pelayanan kesehatan. Guna mencapai hal tersebut, inisiatif digital dan teknologi dunia kesehatan perlu diterapkan secara luas. Pemanfaatan sistem informasi yang besar ini dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sehingga semakin mendorong peningkatan kesehatan setiap orang.(tka)

Komentar

Embed Widget
x