Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 15:28 WIB

Big Data Dukung Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 21 November 2019 | 12:55 WIB
Big Data Dukung Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Widjajanti Isdijoso, M.Ec.St - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Widjajanti Isdijoso, M.Ec.St, Direktur The SMERU Research Institute menjelaskan pelaksanaan FTF Asia Pacific Future Trends Forum Ke-12 mengajak pemangku kepentingan, pembuat kebijakan Asia Pasifik.

Hal ini untuk saling berbagi dan berdiskusi seputar praktik sistem kesehatan yang dilakukan guna mencapai sistem kesehatan yang inovatif dan lebih mapan.

"Dengan sistem JKN yang besar seperti Indonesia, pemanfaatan analitika big data menjadi sangat penting untuk memonitor dan meningkatkan pelayanan. Dan tentunya, ekosistem yang besar seperti JKN ini memerlukan platform teknologi digital yang andal untuk memastikan akurasi analisa yang dihasilkan," Widjajanti, Jakarta, Kamis, (21/11/2019).

Pada kesempatan yang sama Jorge Wagner, Presiden Direktur PT Novartis Indonesia, menyatakan Novartis sangat berkomitmen untuk secara aktif berperan dalam upaya peningkatan sistem kesehatan di Indonesia.

"Sebagai implementasi dari komitmen kami dalam re-imagine medicine, kami mengembangkan dan menemukan cara-cara baru guna meningkatkan kualitas hidup para pasien," ujar Jorge.

Novartis Indonesia secara terus-menerus memberikan edukasi ilmiah berkelanjutan (CME) bagi para tenaga kesehatan di Indonesia, baik secara langsung maupun melalui sarana digital atau online webinar.

"Dari tahun 2017-2019, Novartis telah menjangkau lebih dari 10.000 tenaga kesehatan di Indonesia melalui program CME, untuk terapetik area: kardiovaskular, metabolik, onkologi, pulmonologi, dermatologi, optalmologi, imunologi, dan transplant," papar Jorge.

Menurut Jorge, program CME sangat penting dilakukan untuk para tenaga kesehatan agar mereka dapat terus memperbaharui ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki sesuai dengan perkembangan inovasi dan teknologi terbaru guna mencapai diagnosis dan tatalaksana penyakit yang lebih baik.

"Sangat penting bagi para ahli dan pemangku kepentingan duduk bersama untuk merumuskan peningkatan pelayanan kesehatan yang menyeluruh melalui best practice sharing. Ini merupakan inti dari diselenggarakannya Future Trends Forum," tutupnya.

Acara Future Trends Forum ke-12 ini berlangsung selama 2 hari di Jakarta dengan fokus pembahasan seputar Health Financing dan Pemanfaatan Big Data dan Digital, di mana hari pertama merupakan pertemuan dengan para ahli (expert meeting), sementara hari kedua adalah forum kebijakan tingkat tinggi.(tka)

Komentar

Embed Widget
x