Find and Follow Us

Senin, 16 Desember 2019 | 19:45 WIB

Platform Kesehatan Berbasis AI Ini Membantu Pasien

Rabu, 20 November 2019 | 06:31 WIB
Platform Kesehatan Berbasis AI Ini Membantu Pasien
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Jumlah penduduk Indonesia sebesar 267 juta jiwa saat ini membuat penanganan kesehatan oleh tim dokter kurang maksimal. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) merekomendaskan satu dokter untuk setiap seribu populasi.

Di Indonesia, umumnya berlaku pembayaran pelayanan kesehatan dengan uang tunai dan penetrasi asuransi kesehatan swasta masih tergolong rendah.

Terakhir, inovasi industri asuransi Indonesia, merujuk pada publikasi survei yang dilakukan lembaga Price Waterhouse Cooper (PWC), masih tertinggal jauh dibanding industri lainnya. Ketersediaan sarana digital berbasis data tidak diberdayakan secepat industri-industri lain.

Laporan PWC tersebut juga menyatakan pemaparan para eksekutif C-level di bidang asuransi bahwa banyak proses administratif masih tetap dilakukan dengan sangat manual, menyebabkan terjadinya penundaan dan kesalahan.

Terkait hal itu, perusahaan teknologi bidang kesehatan Prixa menghadirkan platform yang mampu meringankan isu-isu tersebut dan diharapkan dapat mengubah arahan manajemen kesehatan di Indonesia.

Merujuk pada analisis lanskap Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia berdasarkan publikasi oleh Oliver Wyman dan PWC, Prixa melihat saat ini banyak ditemukan tantangan di infrastruktur bidang kesehatan di Indonesia, terutama mengenai ketersediaan dokter.

Sebagai pilar pertama platform manajemen kesehatan terpadu, sistem periksa tepat berbasis artificial inteligence (AI), Prixa menata ulang berbagai keahlian dan pengalaman tim dokter dari berbagai disiplin ilmu kedokteran dan menyusun segenap keahlian yang berharga itu menjadi sebuah sistem yang terpadu dan terukur.

"Visi Prixa adalah memberikan jaminan ketenangan masa depan bagi Anda dan generasi penerus kita dengan menjadi perusahaan teknologi pertama yang menyediakan platform manajemen kesehatan yang terpadu," kata CEO Prixa, James Roring, MD di Jakarta, Selasa (20/11/2019).

Prixa menginformasikan peluncuran sistem periksa tepat berbasis Artificial Intelligence (AI) dan rencana Prixa untuk menyediakan platform manajemen kesehatan yang terpadu bagi masyarakat Indonesia.

Seiring peluncuran sistem periksa tepat berbasis AI ini, Prixa juga menginformasikan pengembangan dua pilar baru yang akan hadir sebentar lagi sistem klaim online terintegrasi dan sistem manajemen risiko.

Sistem klaim online terintegrasi ini akan mengotomatisasi proses klaim manual yang panjang dan tidak efisien dengan mendigitalisasi prosedur standar operasinya.

Kemudian, sistem manajemen risiko akan mempersonalisasi kemampuan data untuk dapat menilai risiko setiap individu dan memberdayakan mereka dengan wawasan untuk membuat keputusan yang sesuai dalam hal kesehatan.

"Sebagai perusahaan Indonesia, kami melihat bagaimana Prixa dapat memberikan dampak secara positif dalam memperbaiki keseluruhan manajemen kesehatan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi kami, dan kami ingin melakukan hal itu dengan cara yang humanis," kata Roring. [adc]

Komentar

Embed Widget
x