Find and Follow Us

Senin, 16 Desember 2019 | 20:54 WIB

Mitos Kacamata Ion Ampuh Sembuhkan Penyakit Mata?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 19 November 2019 | 11:35 WIB
Mitos Kacamata Ion Ampuh Sembuhkan Penyakit Mata?
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Memiliki mata yang sehat dan mampu melihat dengan baik adalah harapan semua orang.

Untuk memiliki penglihatan yang sempurna kadang orang-orang lebih memilih jalan pintas tanpa tahu akibat yang akan dihadapi.

Salah satu fenomena sehat cara instan yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini adalah kacamata ion.

Jika Anda mencari kacamata ion di search engine, maka akan banyak bermunculan website dan link market place yang menjual kacamata ion secara online.

Secara percaya diri kacama ion memproklamirkan sebagai alat kesehatan mata yang mampu mengeluarkan gelombang ion dan sinar infra merah gelombang jauh yang bermanfaat bagi kesehatan mata, apalagi jika dipakai selama 8 jam sehari.

Kondisi medis yang diklaim dapat diobati dengan kacamata ion adalah kelainan refraksi (mata minus atau plus), silinder, mata kering, buta warna, diabetik retinopati, glaukoma, hingga katarak.

Menghadapai banyaknya masyarakat yang terlanjur percaya dengan kacamata ion, dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) mengatakan bahwa penyakit mata seperti katarak itu terjadi pada anatomi mata sedangkan untuk buta warna adalah penyakit kongenital (bawaan lahir), sehingga penggunaan kacamata ion tidak bisa memberikan kesembuhan.

Selain itu beliau juga menyebutkan bahwa kacamata ion belum terbukti secara medis.

"Sehingga belum dapat dipercaya atas semua klaim manfaatnya, sehingga dihimbau bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya," kata Gitalisa di acara Optik Tunggal, Plaza Indonesia, Senin, (18/11/2019).

Dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) juga menyarankan apabila sudah terdeteksi memiliki penyakit mata, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter mata sedangkan
untuk miopi atau hipermetropi harus diperiksa di optic dan diberi alat bantu penglihatan seperti kacamata.

Menanggapi pemberitaan mengenai maraknya kacamata ion, Alexander F. Kurniawan, chairman of Optik Tunggal juga menyanyangkan terjadinya fenomena ini.

Beliau menyebutkan seharusnya masyarakat lebih bijak lagi dalam menghadapi penyakit mata.

"Jika terjadi katarak, glaukoma, diabetik retinopati hanya bisa diobati melalui tindakan medis dan obat-obatan. Namun kelainan mata seperti minus atau plus, harus memakai kacamata, soft lens atau ortho-K maupun tindakan lasik," papar Alexander F. Kurniawan.

Optik Tunggal memiliki alat pengecekan berteknologi tinggi yang bisa melakukan pengecekan mata secara akurat untuk kelainan rekfraksi pada mata maupun indikasi seperti dry eyes, glukoma, katarak dan keluhan mata lainnya secara gratis.

"Selain itu Optik Tunggal juga bisa memberikan pilihan lensa terbaik untuk masing masing individu dengan kebutuhan penglihatan yang berbeda tergantung gaya hidup masing-masing," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x