Find and Follow Us

Senin, 16 Desember 2019 | 20:39 WIB

Wishnutama, Soal Isu Toba-Bali Ramah Wisman Muslim

Rabu, 13 November 2019 | 12:39 WIB
Wishnutama, Soal Isu Toba-Bali Ramah Wisman Muslim
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Memparekraf) Wishnutama Kusubandio - (Foto: Humas Kemenpar)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Memparekraf) Wishnutama Kusubandio menegasan tidak pernah mengeluarkan wacana wisata halal di Toba dan Bali. Ia juga membantah telah mengeluarkan pernyataan akan menyulap Toba dan Bali sebagai destinasi wisata Ramah Wisman Muslim.

"Kami menyesalkan jika pemberitaan mengenai hal tersebut telah mengundang polemik di kalangan masyarakat termasuk para pelaku industri dan insan pariwisata di tanah air," ujar Wishnutama, dalam keterangannya Rabu (13/11/2019). Pernyataannya ini terkait beredarnya pemberitaan di media bahwa Wishnutama dan Angela Bakal Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim.

Ia menambahkan, persepsi yang muncul atas pemberitaan tersebut juga sangat bertolak belakang dengan pandangan dan komitmennya dalam menghargai budaya, kearifan lokal dan keberagaman. Untuk itu pula ia memohon maaf atas ketidak nyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih kepada pihak media yang telah mengklarifikasi hal tersebut.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan respons dan tanggapan, hal ini menjadi gambaran utuh bahwa pariwisata adalah bagian dan milik seluruh elemen bangsa," jelasnya.

Wishnutama juga menjelaskan, pariwisata nasional terbangun atas kearifan masyarakat dan budaya lokal pada tiap destinasinya, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Ada keramah-tamahan khas yang dirasakan para wisatawan dengan berbagai latar kultur dan agama.

Selama ini ia sangat meyakini bahwa budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam harus dijaga, dipelihara, dan dikelola dengan baik agar pariwisata Indonesia selalu menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan mendatangkan kesejahteraan rakyat. Pariwisata juga merupakan aktivitas universal, sehingga seluruh tempat wisata di Indonesia terbuka bagi seluruh wisatawan, apapun latar belakang agama, kepercayaan, dan kewarganegaraannya.

"Fokus kami ke depan adalah mengembangkan destinasi wisata sesuai dengan kearifan budaya lokal sehingga pariwisata kita berdiri kokoh di atas fondasi kebudayaan. Kami menjunjung tinggi dan sangat meyakini, bahwa kekayaan alam dan budaya nusantara yang kita miliki justru merupakan aset dan modal terbesar dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus sebagai daya tarik pariwisata di masing-masing destinasi," tambahnya.

Ia mengaku selalu bangga dan mengagumi Bali sebagai sebuah role model pariwisata berbasis budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaaan dan toleransi sekaligus sebuah destinasi yang mampu merefleksikan harmoni dalam keberagaman. Demikian pula Toba sebagai destinasi wisata alam dengan kekayaan kultural yang amat tinggi dari masyarakatnya.

"Kami berharap sinergi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait pariwisata dapat terus dikuatkan demi pariwisata yang maju dan menyejahterakan masyarakat," katanya. [Adv]

Komentar

Embed Widget
x