Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 07:38 WIB

Pola Penyakit di Jakarta Berubah

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 7 November 2019 | 19:55 WIB
Pola Penyakit di Jakarta Berubah
dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pola penyakit di Jakarta dahulu dan kini berubah. Dulu banyak penyakit diare, sekarang lebih ke arah penyakit tidak menular salah satunya adalah diabetes.

"Transisi prilaku. Anak - anak suka main gadget sehingga kurang aktifitas fisik," kata dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, saat ditemui di acara Deteksi Dini dan Batasi Gula, Garam, Lemak, untuk Cegah Diabetes di Alfamidi Super Bangka, Selasa, (05/11/2019).

Anak - anak lebih cenderung berkegiatan hanya di sofa, tempat tidur, sehingga kurang bergerak. Ini akan menjadikan metabolisme tubuh lamban.

"Kemudian, transisi gizi. Pemilihan Pola makanan juga menjadi pemicu. Banyak mencari Makanan yang instan dan junkfood. Kurang serat, tinggi lemak, sehingga menjadi pemicu penyakit tidak menular," tambahnya.

Mengatasi diabetes melitus, selain itu penyakit jantung, stroke, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta berupaya mengubah perilaku masyarakat.

"Dengan mengkampanyekan cerdik.
Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang dengan ukup serat, cukup buah, Istirahat yang cukup, kemudian kelola stres," paparnya.

Karena itu, pengurangan dan pembatasan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak menjadi salah satu cara untuk mencegah datangnya penyakit tidak menular.

"Secara fokus kami selalu melakukan edukasi ke masyarakat di lebih dari enam kota di Indonesia. Semuanya fokus ke penggunaan Gula, Garam, Lemak (GGL)," ungkap
Angelique Dewi Head of Division Corporate Communication Nutrifood.

Agar dapat mengetahui tingkat gula dalam darah secara cepat, Nutrifood bekerjasama dengan Alfamart dan Alfamidi, menggelar cek kesehatan gratis.

"Saat ini bisa dilakukan cek gula darah sewaktu, bisa langsung datang saja di 25 cabang yang tersebar di Jakarta. Tidak dipungut biaya, karena gratis," tambah Angelique. (tka)

Komentar

Embed Widget
x