Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 05:05 WIB

Inovasi Bedah Semakin Maju

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:20 WIB
Inovasi Bedah Semakin Maju
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sayatan besar sering kali dibutuhkan untuk melakukan hampir semua pembedahan. Akan tetapi, dalam tahun-tahun belakangan ini, munculnya teknik invasi minimal memungkinkan dokter bedah memperbaiki hasil pembedahan dengan menghindari sayatan panjang.

Perbaikan dalam bedah invasi minimal memungkinkan pasien mengalami masa pemulihan yang lebih singkat dan lebih sedikit rasa tidak nyaman, serta menggantikan kebutuhan akan operasi terbuka di banyak skenario klinis.

Tentu saja dengan seluruh keuntungan yang didapatkan dari tindakan bedah invasi minimal membutuhkan teknologi pemindaian internal organ pasien yang lebih presisi sehingga operasi dapat dilaksanakan dengan presisi.

Untuk itu EPED Inc., pengembang teknologi bedah invasi minimal asal Taiwan mengembangkan Retina Stereotactic Surgery Navigation System atau Retina dengan teknologi paling aktual yang mampu menjadi alat bantu bagi dokter bedah.

Retina bekerja untuk mengindikasi bedah saraf otak, bedah kranial (tempurung kepala), bedah atau operasi plastik, otolaringologi, kosmetik medis, dan semua jenis pembedahan invasif minimal yang dipastikan membantu ahli bedah.

Bantuan yang dimaksud adalah kemampuan Retina untuk menavigasi perangkat atau alat bedah selama operasi lesi dengan memberikan gambar medis yang disinkronkan, seperti data CT, MRI, endoskopi, dll sehingga dokter mendapatkan citra yang lebih nyata dari internal organ pasien, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (22/10/2019).

Melalui sistem yang dikembangkan EPED Inc., Retina terbukti dapat mengurangi risiko operasi dan mempercepat masa pemulihan pasien melaui asistensi operasi yang menjadi lebih aman dan lebih tepat sasaran.

Tahun 2019 adalah masa yang luar biasa bagi Retina. EPED Inc., karena berkesempatan memperkenalkan sistem Retina ke tujuh negara berbeda dalam waktu kurang dari satu tahun, salah satunnya yaitu di Indonesia dalam kegiatan Hospital Expo 2019 pada 23 26 Oktober 2019 yang digelar di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center .

Kegiatan Hospital Expo 2019 dilakukan dalam rangka mendorong produsen Taiwan untuk meningkatkan kemampuan serta menambah nilai dan inovasi dalam produk mereka yang didukung Kementerian Urusan Ekonomi/Ministry of Economic Affairs (MOEA) melalui proyek skala nasional yang disebut Proyek Pengembangan Citra Industri Taiwan/The Taiwan Industry Image Enhancement Project (IEP project). (tka)

Komentar

Embed Widget
x