Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 06:30 WIB

Omron Kampanyekan 'Ceramah'

Hipertensi Mengancam Anda, Ayo Deteksi Mandiri

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 18 Oktober 2019 | 17:46 WIB
Hipertensi Mengancam Anda, Ayo Deteksi Mandiri
(Foto: Inilah.com/mdr)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Siang itu, Anto, seorang asisten manager yang berkantor di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta merasa lemas, dan pusing kepala. Padahal, pekerjaannya di sebuah lembaga keuangan itu, mengharuskannya fokus saat bekerja. Badannya pun sempat seperti melayang. "Kenapa badan saya kok jadi begini hari ini?" begitu pertanyaan dalam hatinya.

Dia pun mengingat-ingat, apakah ini karena semalam kurang tidur atau gara-gara asupan yang dia makan, sejak kemarin dan pagi tadi? Temannya pun menganjurkan mendatangi klinik atau segera pulang. "Coba kamu ke klinik cek darah, cek tensi juga," sarannya. Ia pun mengikuti saran temannya, izin pulang tak lupa mampir ke klinik. Benar saja, pria berumur 35 itu tensinya 170/105 mmHg, jauh dari level normal 120/80 mmHg. Dokter pun menyarankan untuk menjalani pola hidup sehat dan sering mengontrol tekanan darahnya.

Anto pun langsung ingat di rumah sebenarnya punya alat tensimeter. Alat merek OMRON itu sebelumnya milik ayahnya yang meninggal dunia 2011 silam. Ayahnya memang mengidap hipertensi dan di masa tuanya rajin memeriksa tekanan darahnya secara mandiri. Beberapa kali Anto sempat menggunakan alat itu, walaupun layar LCD-nya sudah buram dan agak sulit terbaca, namun masih berfungsi dengan baik. "Kenapa saya nggak sering cek tekanan darah ya, kan punya tensimeter di rumah," gumamnya. Dengan cara itu ia bisa tahu lebih awal jika tekanan darahnya sedang tinggi dan bisa cepat mengatasinya.

Sering pusing kepala, seperti yang dirasakan Anto, hanyalah sebagian dari gejala tekanan darah tinggi. Banyak gejala lain yang dirasakan seperti sesak nafas pada bagian dada, sering mimisan, gangguan penglihatan, ada bercak darah pada urin, dan banyak lagi. Apa yang dialami para penderita hipertensi bisa berbeda. Hanya hasil pemeriksaan dokter yang bisa memastikannya.

Karena gejala yang berbeda untuk setiap orang bahkan penderitanya sendiri sering tak terasa mengalami penyakit ini, hipertensi menjadi momok menakutkan. Ahli jantung di Nano Health Associates di Florida, Adam Spalver, MD pernah mengatakan, hanya karena tidak terlihat, tidak berarti itu tidak ada di sana. Kalangan medis rame-rame menyebut penyakit ini sebagai silent killer, pembunuh diam-diam.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI (2018), prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal. Ketua Umum InaSH dr Tunggul D Situmorang, Sp.PD-KGH menyebut, hipertensi merupakan penyebab kematian (mortality) dan kesakitan (morbidity) terbanyak di seluruh dunia baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara yang sudah maju.

Salah satu upaya pertama dan efektif mencegah penyakit ini adalah memahami gejala penyakit ini. Pencegahan secara mandiri, mulai dari menjalani pola hidup sehat, hingga segera memeriksakan diri jika terjadi gejala, menjadi sebuah keniscayaan. Jangan sampai pula penyakit ini kemudian dibiarkan dan mengakibatkan komplikasi yang parah bagi penderitanya. Ketika darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular, dinding pembuluh darah serta otot jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung. Komplikasi lainnya termasuk gagal ginjal dan stroke.

Karena itu, sangat tepat apa yang dilakukan OMRON Healthcare Indonesia, produsen terdepan di segmen alat tensimeter digital dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) yang gencar mengkampanyekan Ceramah alias Cek Tekanan Darah di Rumah yang telah diluncurkan sejak tahun lalu sebagai upaya menurunkan prevelansi hipertensi yang masih tinggi. Apalagi sifat penyakit ini datangnya tak bisa diprediksi, bahkan serangan jantung dan stroke lebih sering terjadi di rumah.

Dalam sebuah acara, Managing Director PT OMRON Healthcare Indonesia Yoshiaki Nishiyabu, mengatakan, mengingat cepatnya hipertensi meluas di kalangan masyarakat Indonesia, deteksi awal dan pemantauan secara berkelanjutan sangatlah penting. Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang mengancam nyawa.

Menurutnya, masyarakat dari semua kelompok umur perlu disadarkan bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, termasuk pemeriksaan tekanan darah sendiri di rumah. "OMRON terus berkomitmen membantu mewujudkan masyarakat sehat dengan nol kasus serangan jantung, stroke, dan lainnya. Masyarakat tidak ditentukan oleh usianya, namun keinginannya untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Melalui inisiatif Zero Event, OMRON secara global menjalin kerja sama dengan pihak-pihak dengan tujuan sama," katanya.

OMRON mendukung InaSH dalam menyebarkan pesan-pesan mengenai bahaya hipertensi dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah sebagai Out of Office Blood Pressure. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur di rumah terbukti sukses memantau hipertensi, efek pengobatan, mendeteksi hipertensi yang belum terlihat, gejala yang sulit dikenali serta tetap membuat dokter bisa mengawasi hasil pantauan.

Dr dr Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina InaSH menyampaikan, riset yang dilakukan InaSH menunjukkan, 63% pasien hipertensi mengonsumsi obat anti hipertensi tanpa pemantauan. Ini juga menunjukkan, sebagian besar pasien tidak melakukan cek tekanan darah secara teratur dan mandiri di rumahnya.

Jadi, rajin-rajinlah mengecek tekanan darah Anda di rumah sebelum atau sesudah beraktivitas sebagai upaya deteksi dini mandiri di samping tentunya terus menjalani pola hidup sehat. Tentunya dengan menyediakan tensimeter yang akurat di rumah. Sehingga apa yang dialami Anto tak terjadi pada Anda. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x