Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 10:52 WIB

Ini Solusi Gaya Hidup untuk Berhenti Merokok

Senin, 7 Oktober 2019 | 06:30 WIB
Ini Solusi Gaya Hidup untuk Berhenti Merokok
(Foto: Inilahcom/Aris DC)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kandungan nikotin di dalam tembakau rokok disebut-sebut menjadi candu bagi para perokok sehinga sulit berhenti. Selain itu, faktor lingkungan juga menjadi alasan perokok sulit berhenti.

Di Indonesia jumlah perokok aktif saat ini sudah menyasar hingga 80 juta lebih atau hampir 40 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara laju pertumbuhan perokok mencapai 1 juta hingga 2 juta pertahunnya. Terkait tingginya angka perokok di Tanah Air, Qclaws merasa penting untuk hadir di Indonesia dengan memberikan alternatif bagi perokok dewasa secara perlahan-lahan membantu mereka untuk memperbaiki gaya hidup tanpa merubah habitnya dalam sekejap.

Direktur PT Clawstek Business Indonesia Yogi Babria mengatakan, gaya hidup dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi seseorang dalam merokok. Banyak orang gagal berhenti merokok karena ikut-ikutan teman.

"Mereka umumnya merokok karena ikut-ikutan teman saja, karena pergaulan sebenarnya," kata Yogi dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Yogi, dari jumlah 80 juta orang perokok di Indonesia, banyak diantara mereka yang berniat untuk berhenti merokok. Berbagai cara pun dilakukan seperti mengonsumsi permen karet, ada juga yang mencoba beralih ke rokok elektrik/e-cigarette.

Berkaitan dengan upaya membantu para perokok di Indonesia yang ingin berhenti merokok, Qclaws memberikan solusi tanpa merubah habitnya dalam sekejap. Hal ini juga menjadi gerakan yang sangat besar dilakukan di berbagai negara maju seperti Inggris, Selandia Baru dan negara lainnya lewat kampanye bebas rokok.

"Bahkan pemerintah Selandia Baru telah mencanangkan negaranya bebas rokok pada 2025. Dengan mengalihkan warganya dari rokok (konvensional) ke rokok eletrik, negara ini berhasil menurunkan jumlah perokok 2,4 persen," terang Yogi.

Upaya kampanye bebas rokok ini di Indonesia dalam peredarannya juga telat dilegalkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Bea dan Cukai yang praktis berlaku pada pengenaan bea yang sangat tinggi sekali sebagai pemasukan negara di luar pajak guna mengontrol laju penggunaan karena terbatas hanya untuk orang dewasa.

Ada tiga tipe rokok elektrik. Tipe 1, panas tidak terbakar. Tipe ini dilakukan dengan memanaskan stik dengan cara dibakar dan dihirup oleh pengguna. Kerugian dari tipe 1 ini adalah rumit karena harus membersihkan vape.

Tipe 2, sistem terbuka dimana bisa diisi ulang (refil) sehingga kerugiannya bisa diisi narkoba dan harus ganti kapas. Kemudian Tipe 3, sistem tertutup dimana hanya sekali pakai dan langsung buang.

"Kami percaya sistem tertutup ini solusi bagi perokok untuk berhenti merokok," kata Yogi.

Qclaws yang terbuat dari bahan alumunium nyaman dipegang, bentuknya yang kecil memudahkan untuk disimpan di kantong. Slot charger USB bisa untuk isi ulang, baterainya pun tahan hingga 3 hari.

"Qclaws juga tanpa tar karena tar itu justru bisa menyebabkan kanker. Anti bau, tanpa api dan tidak meninggalkan noda pada pakaian maupun gigi," ujar Yogi. [adc]

Komentar

Embed Widget
x