Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:10 WIB

Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI)

Keindahan Aceh pada Balutan Pernikahan Adat

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 5 Oktober 2019 | 09:55 WIB
Keindahan Aceh pada Balutan Pernikahan Adat
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keragaman suku membuat Aceh kaya akan adat dan budaya. Salah satunya adalah prosesi pernikahan adat.

Untuk memeriahkan malam pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia edisi Ke 12, Parakrama Organizer bekerjasama dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh dan didukung penuh oleh Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (HASTANA), Cut Marlyn Decoration, Dewwi Music mempersembahkan rangkaian pesona budaya prosesi pernikahan Aceh di Malam Pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia.

GEBYAR PERNIKAHAN INDONESIA Edisi Ke 12 diselenggarakan selama 3 hari, Jumat sampai Minggu, tanggal 4 6 Oktober 2019 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta. Waktu Pameran Jumat pukul 12.00 23.00 WIB, Sabtu dan Minggu Pukul 10.00 22.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp.25.000 per orang.

GEBYAR PERNIKAHAN INDONESIA Edisi ke 12 ini juga dibuka dan diresmikan oleh Istri PLT Gubernur Aceh, Ibu Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T dengan prosesi Peusijuk dan diramaikan pula dengan tarian Ranup Lampuan sajian khas musik Aceh.

"Pada setiap penyelenggaraan Gebyar Pernikahan Indonesia kami selalu membawakan budaya yang berbeda, setelah budaya Jawa dan Betawi, kini Giliran Aceh yang memeriahkan acara pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia edisi Ke 12," kata Arief Rachman, Direktur Parakrama Organizer, Jakarta, Jumat, (04/10/2019).

Hal ini sejalan dengan komitmen melestarikan kekayaan budaya bangsa sekaligus untuk mempromosikan dan mengajak generasi muda agar mencintai budaya daerah serta bangga memilih adat tradisional sebagai thema pesta pernikahannya.

"Perkembangan industry kebutuhan pernikahan tradisional di Indonesia masih menjanjikan, ditengah gelombang budaya barat yang begitu besar, antusiasme keluarga calon pengantin untuk menggunakan pernikahan adat masih sangat tinggi hal ini dapat dilihat dari animo pengunjung Gebyar Pernikahan Indonesia selalu penuh dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kami berharap acara ini dapat dikunjungi oleh lebih dari 19.000 pengunjung atau naik 15 persen dari Juni lalu dan menghasilkan transaksi lebih dari 70 miliar selama tiga hari penyelenggaraanya," tambah Arief.

Cut Yunisa Yoesoef, Pemilik Dekorasi Cut Marlyn mengatakan bahwa untuk melengkapi kemegahan dan kemewahan dari prosesi pernikahan Aceh, pihaknya akan mempersembahkan dekorasi dari wilayah pesisir, yaitu wilayah Tapak Tuan Aceh Selatan.

"Dekorasi Tapak Tuan akan didominasi warna emas dengan banyak unsur yang bernafaskan islam dan sarat akan makna serta doa untuk sang pengantin. Pada hari ke-3 event GPI ini tepatnya Hari Minggu tgl 6 Oktober 2019, akan ada kemeriahan Parade Pernikahan Aceh yang merpersembahkan Redberry Present Pesona Pengantin Sumatera Featuring Kemilau Pengantin Aceh by Cut Marlyn," ujar Cut Yunisa Yoesoef.(tka)

Komentar

Embed Widget
x