Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 00:09 WIB

Penghargaan Achmad Bakrie

Empat Sosok Anak Bangsa dengan Prestasi Gemilang

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 16 Agustus 2019 | 16:05 WIB
Empat Sosok Anak Bangsa dengan Prestasi Gemilang
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Yayasan Achmad Bakrie bekerjasama dengan Freedom Institute & Bakrie Group kembali mempersembahkan Penghargaan Achmad Bakrie XVII/2019 untuk Negeri.

Acara ini digelar juga dalam rangka 74 tahun Kemerdekaan Indonesia, sekaligus sebagai rangkaian meperingati 77 tahun Kelompok Usaha Bakrie.

Setiap rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus bermanfaat bagi orang banyak merupakan amanah Almarhum H. Achmad Bakrie yang menjadi falsafah dasar Bakrie Untuk Negeri. Falsafah dasar Bakrie Untuk Negeri ditambah Nilai-Nilai Dasar Trimatra Bakrie kemudian diwujudkan dalam bentuk Penghargaan Achmad Bakrie.

Nilai-Nilai Dasar Trimatra Bakrie terdiri atas Keindonesian, Kemanfaataan dan Kebersamaan. Tiga matra (dimensi) ini merupakan tekstualisasi dari Core Values yang dianut serta dijalankan oleh H. Achmad Bakrie (1916-1988). Nilai dasar tersebut hingga kini tetap terjaga serta diimplentasikan oleh generasi penerusnya dalam Bakrie Group.

Penghargaan Achmad Bakrie merupakan tradisi penganugerahan kepada para tokoh inspirasional yang telah berjasa bagi kehidupan bangsa Indonesia.
Tokoh-tokoh yang dipilih untuk adalah insan-insan terbaik dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, serta mereka yang telah membaktikan hidupnya di bidang kemanusiaan. Selama kurun waktu tujuh belas tahun berturut-turut, Penghargaan Achmad Bakrie telah diberikan kepada 76 penerima yang terdiri dari 72 individu dan 4 lembaga.

"Tahun 2019 ini adalah tahun ke-17 Yayasan Achmad Bakrie memberikan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) kepada anak bangsa yang telah menuangkan pikirannya dalam menghasilkan karya inspiratif yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Semoga penghargaan ini juga mampu memotivasi anak-anak bangsa untuk terus berjuang menghasilkan karya-karya terbaik mereka bagi masyarakat," ujar Ketua Penyelenggara PAB XVII, Ardiansyah Bakrie, Jakarta, Jumat, (16/08/2019).

Malam penganugerahan PAB XVII/2019 menghadirkan empat tokoh Penerima Penghargaan, yakni:

1. Jakob Oetama (Jurnalisme)

Kecerdikan visionernya membangun jurnalisme kepiting yang memungkinkan Kompas bertahan sebagai bagian pilar demokrasi yang keempat di tengah iklim politik yang otoriter, sekaligus kelompok usaha yang dinamis di tengah situasi ekonomi yang tak menentu.

2. Ashadi Siregar (Sastra Populer)

Lewat trilogi "Cintaku di Kampus Biru" (1974), "Kugapai Cintamu" (1974), dan "Terminal Cinta Terakhir" (1975), ia berhasil membuka babak baru penulisan novel populer di negeri ini. Temanya memang lazim dalam genre sastra pop: dunia anak muda dan mahasiswa yang diwarnai liku-liku percintaan, pendobrakan, dan pencarian diri. Namun semua itu dituturkan Ashadi dengan bahasa yang segar- lugas, dengan pandangan yang lebih terpelajar.

3. Anna Alisjahbana (Kedokteran)

Dedikasinya memperbaiki kualitas anak Indonesia secara holistik dan integratif, antara lain mengilhami pengembangan perangkat inovatif dan tepat guna DDTK. "Deteksi Dini Tumbuh Kembang" temuannya ini bertujuan menjaring anak dengan gangguan perkembangan pada masyarakat rentan dan kurang mampu, yang diterapkan pada Taman Posyandu, PAUD dan pendidikan keluarga, untuk mempersempit kesenjangan anak desa - kota.

4. Anawati (Sains)

Rela meninggalkan gemerlap karir dan gemerincing mata uang Euro karena melihat kualitas air minum perdesaan di Sumbawa hampir sebagiannya terkontaminasi logam berat. Risetnya tentang Tubular Anodic Aluminium Oxide (AAO) dan gagasannya memanfaatkan teknologi pelapis bahan lokal, telah membantu masyarakat Sumbawa.(tka)

Komentar

Embed Widget
x