Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:50 WIB

Teknologi Tes DNA untuk Masalah Kulit

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:25 WIB
Teknologi Tes DNA untuk Masalah Kulit
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Industri kecantikan kini sangat berkembang pesat.

Pertumbuhan tren dan produk perawatan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan pengguna media sosial. Pilihan dan ketersediaan produk perawatan saat ini lebih tinggi dari kebutuhan konsumen itu sendiri.

Banyaknya pilihan produk perawatan yang dipaparkan setiap hari lewat media sosial merupakan sebuah kemewahan informasi yang justru bisa menimbulkan kebingungan pengguna atau bahkan menyebabkan masalah kulit.

Dalam perjalanan seorang konsumen menemukan produk perawatan yang tepat, dibutuhkan banyak kekeliruan (trial and error) yang berdampak terhadap hilangnya waktu (time spent).

Hal ini umum dikenal di dunia marketing dengan istilah consumer pain points atau pengalaman yang menyulitkan konsumen, karena memilih produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit, bukan perkara mudah.

Penting bagi masyarakat untuk terlebih dahulu mengidentifikasi jenis kulitnya.

Menurut dr. Leslie Baumann, seorang peneliti dan ahli kecantikan dari Amerika, jenis kulit sesungguhnya dibagi berdasarkan empat kategori dasar, yaitu level sebum, sensitifitas, pigmentasi dan elastisitas.

Dari empat kategori dasar inilah, akan mendapatkan 16 jenis kondisi kulit yang berbeda.

Kemudian, dalam memilih perawatan yang tepat, ada banyak faktor lain di luar jenis kulit yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk, seperti: Apakah produk menjawab kebutuhan spesifik kulit (menghilangkan noda hitam); Apakah bahan aktif kandungannya, aman untuk jenis kulit kita? dan sebagainya.

Peran tes DNA merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Tes DNA adalah prosedur yang digunakan untuk mengungkapkan secara akurat, informasi mengenai genetik dalam tubuh seperti potensi, risiko dan kebutuhan unik setiap individu yang berkaitan dengan banyak hal seperti kebutuhan suplemen dan nutrisi, intensitas olahraga yang sesuai, hingga perawatan kulit yang tepat dan lainnya.

Salah satu hal paling mendasar yang bisa diperoleh dari tes DNA adalah kondisi kulit seseorang.

Sebagai organ tubuh paling luar, kulit merupakan lapisan pelindung yang bekerja 24 jam dan paling rentan terpapar oleh faktor eksternal seperti matahari dan polusi.

Pengecekan DNA kulit bisa memberikan informasi yang akurat mengenai kualitas kolagen, elastisitas kulit, pigmentasi kulit, dan sebagainya.
Tes DNA kulit sudah umum dilakukan di negara maju, untuk mengenal kondisi kulit dan mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai.

"JakPat sebagai Platform Online Survei, melihat bahwa DNA sudah menjadi subjek global yang telah dijajaki oleh para pakar kesehatan kulit, agar menjadi solusi bagi konsumen dalam memahami kondisi kulit mereka. Untuk itu, JakPat mengadakan survei pada tanggal 5 10 July 2019 terhadap 537 responden, mengenai pemahaman responden akan kondisi kulit mereka dan pendapat mereka akan manfaat teknologi pada konteks perawatan kulit," jelas Aska Primardi, Head of Research Jakpat, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (13/08/2019).

Hasil riset yang diadakan JakPat menunjukkan pentingnya tes DNA kulit. Dalam konteks penggunaan produk perawatan wajah, hanya 15 persen responden yang mengatakan bahwa kinerja produk yang mereka gunakan, sesuai dengan harapan.

Sisanya mengatakan bahwa mereka masih menderita masalah yang mengganggu seperti jerawat, iritasi, kulit kering, kulit berminyak, dan lainnya.
Sekitar 30 persen Responden juga merasa belum puas dengan kondisi kulit mereka saat ini, kendati telah menggunakan berbagai macam produk perawatan.

Hasil riset lainnya menunjukkan bahwa para responden sudah selektif dalam mencoba produk perawatan kulit, untuk mencegah terjadinya masalah kulit dan menghindari terbuangnya uang dan waktu dengan sia-sia.

Dalam konteks menemukan produk perawatan yang tepat, 50 persen responden setuju untuk memeriksakan kondisi kulit mereka dan secara umum memilih untuk pergi ke dokter kulit atau dermatolog.

Dalam konteks skin DNA treatment, kecenderungan responden untuk percaya akan hasil tes DNA kulit, mencapai 85 persen.

Selain itu persentase minat responden untuk mencoba perawatan kulit dengan teknologi tinggi (hi-tech) mencapai 90 persen.

Teknologi tes DNA secara global telah memberikan manfaat bagi individu yang ingin memahami kondisi kulit mereka dengan mudah.

Untuk meminimalisir pengalaman pain points konsumen, teknologi tes DNA bisa menjadi solusi terbaik karena tes DNA dapat menjelaskan kondisi dan kebutuhan spesifik kulit konsumen yang sesuai dengan hasil tes DNA tersebut. (tka)

Komentar

Embed Widget
x