Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:34 WIB

Jemaah Haji Banyak Terserang Heat Stroke

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 12 Agustus 2019 | 15:50 WIB
Jemaah Haji Banyak Terserang Heat Stroke
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Seluruh jemaah haji dari seluruh dunia sangat konsentrasi penuh di Padang Arafah saat menjalankan ibadah Wukuf.

Hal tersebut terlihat pada Sabtu, (10/08/2019) waktu setempat. Jemaah haji Indonesia sudah memasuki kawasan Arafah. Menurut laporan dari Pos Kesehatan Haji (Poskes) Arafah, hingga Sabtu sore, beberapa jemaah haji Indonesia terserang berbagai penyakit.

Tidak hanya dirawat di Poskes Arafah akan tetapi sebagian juga ada yang sampai harus dirujuk ke RS Arab Saudi.

"Sampai saat ini sudah ada 59 pasien yang dilayani di pos kesehatan. Sebagian terkena heat stroke. Beberapa sudah stabil. Ada yang dirujuk ke RS Arab Saudi," jelas dr. Firman, PJ Triase Poskes Arafah, seperti yang dikutip dari siaran pers, Senin, (12/08/2019).

Kasus heat stroke disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Pertama akibat dari tingginya suhu udara di Arafah. Hal ini menyebabkan tubuh mudah kehilangan cairan atau dehidrasi.

Kedua rendahnya kelembaban udara. Dengan rendahnya kelembaban udara, cairan mudah menguap, sehingga kerap kali kita tidak menyadari ketika kita kekurangan cairan.

Berikutnya adalah perilaku jemaah itu sendiri. Kebiasaan tidak menggunakan alat pelindung diri seperti payung, menyebabkan jemaah mudah sekali terkena sengatan panas di alam terbuka seperti di Padang Arafah.

Jemaah haji masih akan menjalankan rangkaian ibadah haji di Muzdalifah dan Mina. Bukan tidak mungkin, kasus heat stroke masih akan terjadi.

Karena itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc mengimbau jemaah haji selama di Armuzna tetap beraktivitas melakukan ibadah di dalam tenda, jangan banyak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar tenda. Sesering mungkin minum, tidak perlu menunggu haus, dan campurkan dengan oralit.

Eka juga meminta jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker, payung, semprotan air dan sandal, jika memang harus keluar tenda. Terakhir, jika jemaah mengalami keluhan kesehatan, segera menghubungi tenaga kesehatan di kloternya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x