Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:43 WIB

Pengobatan untuk Plasenta Previa

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 9 Agustus 2019 | 16:10 WIB
Pengobatan untuk Plasenta Previa
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengobatan plasenta previa bertujuan mencegah perdarahan. Penanganan yang diberikan dokter tergantung kepada kondisi kesehatan Ibu dan janin, usia kandungan, posisi ari-ari, dan keparahan perdarahan.

Seperti yang dikutip dari siaran pers ALODOKTER ditinjau oleh dr. Alni Magdalena, Jakarta, Jumat, (09/08/2019), pada Ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan atau hanya mengalami perdarahan ringan, biasanya dokter akan memperbolehkan Ibu hamil melakukan perawatan secara mandiri di rumah, yang berupa:

1. Banyak berbaring

2. Menghindari olahraga

3. Menghindari hubungan intim

Meskipun tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, pasien tetap harus waspada dan segera mencari pertolongan medis apabila perdarahan memburuk atau tidak berhenti.

Bila Ibu hamil mengalami perdarahan hebat apalagi berulang, dokter kandungan akan menyarankan agar bayi dilahirkan secepatnya melalui operasi caesar.

Namun jika usia kandungannya kurang dari 36 minggu, Ibu hamil akan diberikan suntikan obat kortikosteroid terlebih dahulu untuk mempercepat pematangan paru-paru janin. Bila perlu, Ibu hamil juga akan diberikan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang.

Ibu hamil yang mengalami plasenta previa sebenarnya masih dapat melahirkan normal, asalkan letak plasenta tidak menutupi jalan lahir atau hanya menutupi sebagian. Tetapi jika plasenta menutupi seluruh jalan lahir, dokter akan menyarankan operasi caesar.(tka)

Komentar

Embed Widget
x