Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 10:40 WIB

Potret Buruk Polusi Udara Jakarta

Ini Efek Jangka Panjang Polusi Udara

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 31 Juli 2019 | 22:25 WIB
Ini Efek Jangka Panjang Polusi Udara
(Foto: Inilahcom/Didik)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pajanan polusi udara jangka panjang (kronik) berhubungan dengan infeksi Saluran pernapasan akut (ISPA) dan masih banyak lagi.

Efek jangan panjang lainnya adalah penurunan fungsi paru, peningkatan risiko timbul asma dan PPOK serta kanker paru.

"WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa penyakit tidak menular (PTM) yaitu stroke, jantung iskemik, PPOK dan kanker paru terkait polusi udara menyebabkan 62.000 kematian di lndonesia tahun 2012," kata DR. Dr. Agus Dwi Susanto, So.P(K), FAPSR dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta, Rabu, (31/07/2019).

Beberapa penelitian lokal di Indonesia menunjukkan polusi udara berhubungan dengan masalah kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru (21 persen sampai 24 persen), asma (1.3 persen), PPOK (prevalens 6.3 persen pada bukan perokok) dan kanker paru (4 persen dari kasus kanker paru).

"Disisi lain polusi udara harus menjadi perhatian serius semua pihak karena berdampak juga pada penurunan produktivitas kerja, angka bolos sekolah dan mangkir kerja karena menderita sakit akibat dampak polusi udara yang buruk," tambahnya.

Penelitian Hasuman dkk menuniukkan peningkatan partikular di udara berhubungan dengan 10 persen peningkatan mangkir kerja. Penelitian oleh Neidel M di Amerika Serikat menunjukkan bahwa polusi udara berhubungan dengan penurunan produktivitas kerja.(tka)

Komentar

Embed Widget
x