Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 10:42 WIB

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Auto Imun

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 30 Juli 2019 | 07:25 WIB
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Auto Imun
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kesehatan berkaitan tentang auto imun sangat penting untuk diketahui masyarakat. Ini agar banyak masyarakat sadar dengan bahaya auto imun yang bisa melanda tubuh setiap orang.

Karena itu, Firda Athira Foundation bersama dengan Marisza Cardoba Foundation dan Clerry Cleffy Institut menggelar talkshow dengan tema Autoimun Berbagi Bahagia Weekend Market. Acara ini sukses digelar di Lobby Lounge Hotel Sheraton, Gandaria City, Sabtu (27/07/2019).

Firda Athira mengatakan, yayasan yang dibentuknya berfokus pada pendidikan anak marjinal dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi auto imun. Pasalnya, banyak dari masyarakat Indonesia belum sadar dengan bahaya auto imun.

Gadis belia berumur 17 tahun ini menyebut auto imun bukanlah suatu penyakit, oleh karenanya para penyintas auto imun tidak perlu merasa malu atau takut. Kendati demikian, ada sejumlah cara agar para penyintas auto imun ini dapat menjalani aktivitas dengan baik.

"Pola hidup yang bisa dilakukan bagi para penyintas dan kita semua adalah pola hidup yang sehat, olahraga serta pengendalian stres yang baik," ujar Firda.

Lebih jauh Firda menjelaskan, bagaimanapun ada keterbatasan yang dialami oleh para penyintas auto imun. Karena itu, Firda Athira Foundation berinisiatif memberikan pelatihan kepada mereka.

"Jadi kita beri latihan dan modal wirausaha seperti membuat makanan. Makanan ini adalah makanan sehat. Sehingga aman dikonsumsi oleh siapa saja," terangnya.

Senada dengan Firda, Ketua Umum Marisza Cardoba Foundation, Lilik Sudarwati mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum paham dengan kondisi auto imun. Selain itu, mayoritas penyintas auto imun masih dalam usia produktif.

"Jadi kita membantu para penyintas ini berkarya dan mandiri," katanya.

Perlu diketahui, Firda Athira Foundation (FAF) sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan kemanusiaan yang menitikberatkan pada kesejahteraan anak-anak, termasuk kesejahteraan anak-anak marjinal di Indonesia.

Sedang, Clerry Cleffy Institut (CCI) adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang psikologi dan kemanusiaan. Mengabdikan diri bagi pengembangan diri Masyarakat Maluku terkhusus anaka-anak dan perempuan Maluku.(tka)

Komentar

Embed Widget
x