Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 02:22 WIB

Atezolizumab Dorong Hidup Penyintas Kanker

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 27 Juli 2019 | 13:10 WIB
Atezolizumab Dorong Hidup Penyintas Kanker
(Foto: dokpri)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penelitian membuktikan bahwa atezolizumab dapat meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien.

Atezolizumab memberikan rata-rata kesintasan (survival) hingga 13,8 bulan dan durasi respons yang panjang hingga 23,9 bulan pada pasien kanker paru NSCLC stadium lanjut yang tidak merespons pengobatan sebelumnya (lini kedua).

Sementara untuk pasien kanker kandung kemih stadium lanjut lini kedua, atezolizumab
memberikan durasi respons yang panjang hingga 21,7 bulan.

Atezolizumab memiliki profil keamanan yang lebih baik dengan efek samping yang lebih
terkontrol dibandingkan dengan pengobatan standar lainnya.

Selain itu, atezolizumab memberikan kenyamanan pada pasien NSCLC stadium lanjut lini kedua karena tes PD-L1 tidak diperlukan untuk menjalani terapi ini, sehingga pasien tidak perlu melakukan biopsi ulang.

Atezolizumab terbukti meningkatkan harapan hidup pada semua pasien NSCLC & UC
stadium lanjut lini kedua tanpa memandang status PD-L1-nya.

"Kami menyambut baik kehadiran atezolizumab di Indonesia. Sebagai pusat kanker nasional, RSKD berkomitmen untuk menyediakan layanan imunoterapi kanker berstandar global untuk pasien," kata DR. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD. K-Ger.MPH, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah
Sakit Kanker Dharmais (RSKD), seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (27/07/2019).

Dengan semua manfaat yang ditawarkan atezolizumab, pihaknya berharap agar obat inovatif ini dapat diakses oleh pasien di Indonesia.

"Untuk itu kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan dokter ahli, pelayanan diagnostik, serta ketersediaan obat imunoterapi kanker agar pasien memperoleh manfaat yang optimal," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x