Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:49 WIB

Menpar Apresiasi Provinsi Babel Soal Pariwisata

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 18 Juli 2019 | 16:20 WIB
Menpar Apresiasi Provinsi Babel Soal Pariwisata
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi komitmen para kepala daerah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Menpar Arief Yahya saat acara Peluncuran Toboali City On Fire di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (17/07/2019) mengatakan hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah event di Babel yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kemenpar serta adanya dua kawasan di Babel yang sedang proses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Menpar juga mengatakan, dalam penyelenggaraan event harus menggunakan kriteria 3C seperti nilai kreatif (Creative Value), nilai komersil (Commercial Value), serta didukung oleh komitmen atau keseriusan kepala daerah (CEO Commitment) dalam mengembangkan pariwisata daerahnya.

"Tapi yang penting adalah Commitment CEO, Gubernur dan Bupati harus berkomitmen, anggaran, serta konsisten minimal 3 tahun berturut-turut. Bila kepala daerahnya punya komitmen, dua lainnya akan mengikuti," katanya.

Menpar juga menekankan pentingnya menghitung Commercial Value dari setiap events, sehingga bisa meyakinkan para Gubernur dan Bupati bahwa events memberikan manfaat ekonomi bagi warganya.

Menpar mencontohkan Bali yang sudah hebat dalam penyelenggaraan events, karena Bali memiliki Product, Process, Philosophy yang saling melengkapi. Sementara contoh lain adalah Banyuwangi yang menjadi Kota Festival Terbaik dengan jumlah event yang banyak.

"Hipotesis saya, Bali dan Banyuwangi memiliki pendapatan perkapita tinggi dan indeks kebahagiaannya tinggi. Saya berharap Babel akan seperti itu," tambah Menpar.

Selain itu, kata Menpar, Toboali City On Fire merupakan event kedua yang akan diselenggarakan tahun ini.

"Sebaiknya acara ini memperhatikan tiga hal yakni koreografer, desain baju, dan musik. Ketiga hal ini harus berasal dari nasional tanpa melupakan unsur lokal," ujar Menpar Arief Yahya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x