Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:09 WIB

Bersama Perangi DBD

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 15 Juli 2019 | 16:10 WIB
Bersama Perangi DBD
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Asia menuju epidemik demam berdarah dengue (DBD) lagi pada tahun ini.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah negara termasuk Australia, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam tengah menghadapi lonjakan tajam kasus DBD dalam enam bulan terakhir.

Seiring DBD yang terus menjangkiti Asia, para ahli penyakit menular terkemuka di seluruh dunia serta pejabat pemerintah, pembuat kebijakan dan otoritas kesehatan publik telah berkumpul pada 4th Asia Dengue Summit di Jakarta untuk membahas manajemen penyakit DBD dan mengidentifikasi strategi guna mendukung dan meningkatkan upaya negara-negara Asia melawan DBD.

Tahun ini juga menandai 50 tahun Indonesia melawan DBD. Kelompok kerja ilmilah Asia Dengue Voice & Action (ADVA) menggelar summit selama dua hari dan bermitra dengan Global Dengue and Aedes transmitted Diseases Consortium (GDAC), Southeast Asian Ministers of Education Tropical Medicine and Public Health Network (SEAMEO TROPMED) dan Fondation Mrieux.

"Selama beberapa tahun terakhir, negara-negara di Asia telah memperkuat metode pencegahan dan pengendalian DBD yang sudah ada akibat perubahan situasi yang terjadi. summit ini berfungsi sebagai sarana para ahli untuk berbagi dan belajar sambil membahas langkah konkrit, berbagi keberhasilan dan kegagalan, dan mengidentifikasi strategi untuk mengatasi beban DBD secara bersama-sama," kata Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Ketua Panitia, 4th Asia Dengue Summit, Jakarta, Senin, (15/07/2019).
Hasil dari summit ini akan membantu mengembangkan kerangka strategi yang efisien dan hemat biaya untuk langkah-langkah pencegahan dan pengendalian DBD di wilayah tersebut.

"Di Indonesia, kami meluncurkan Komunitas Dengue Indonesia, sebuah organisasi non-pemerintah yang terdiri dari dokter, peneliti, pemimpin kesehatan masyarakat pemerintah dan pembuat kebijakan telah dibentuk untuk bertukar gagasan, pembaruan, dan pencapaian dalam strategi manajemen DBD di wilayah ini dengan pemerintah," tambah Prof Sri.(tka)

Komentar

Embed Widget
x