Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:06 WIB

Sebab Gagal Bentuk Bibir dan Lelangit pada Anak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 13 Juli 2019 | 18:45 WIB
Sebab Gagal Bentuk Bibir dan Lelangit pada Anak
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktorial. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke 4 hingga 6 masa kehamilan.

Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi.

Menurut dr. Prasetyanugraheni Kreshanti, SpBP-RE (KKF) dari RSCM, hal tersebut pada dasarnya belum diketahui pasti penyebabnya. Namun kebanyakan, karena kekurangan asam folat saat Ibu mengandung. Selanjutnya, konsumsi obat - obat jerawat dan kulit yang dapat mengganggu perkembangan janin.

"Karena itu, dokter kulit kerap beritanya, apakah pasien sedang hamil? Agar tidak diberikan obat - obatan yang mengganggu perkembangan calon bayi di dalam kandungan," ujar Prasetyanugraheni, Jakarta, Jumat, (12/07/2019).

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat menimbulkan risiko terjadinya kelainan pada anak.

"Salah satunya adalah banyaknya terpapar asap rokok, konsumsi alkohol, dan merokok," tambahnya.

Keberadaan anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan salah satu beban masalah kesehatan yang kadang terabaikan.

Inilah yang mendasari didirikannya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan peringatan Bulan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing.

Pada Bulan Juli ini, CCC RSCM-FKUI menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month yang bertajuk "Berbagi Senyum untuk Generasi Penerus Bangsa".

Secara lebih dekat, Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya.

Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing.

Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi- dan interdisiplin, serta berkesinambungan.

"Kami sangat antusias untuk dapat menggelar kembali Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing pada tahun 2019 ini. Sebagai klinik terpadu yang menangani para pasien bibir dan lelangit sumbing di Indonesia, kami tentunya ingin turut ambil bagian dan berkontribusi nyata dalam peringatan Bulan Kepedulian dan Kewaspadaan Bibir dan Lelangit Sumbing," kata Kepala Unit Pelayanan Khusus Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI, dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (KKF).

Masih menurutnya, rangkaian acara ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat terhadap kondisi bibir dan lelangit sumbing dan akibat yang dapat ditimbulkannya.

"Sehingga hal ini diharapkan dapat membantu para orang tua yang memiliki anak dengan kelainan bibir dan lelangit sumbing untuk mendapatkan informasi serta penatalaksanaan multidisiplin yang tepat," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x