Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 09:51 WIB

Ini Cara Dorong Pemenuhan Asupan Gizi Seimbang

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 5 Juli 2019 | 20:05 WIB
Ini Cara Dorong Pemenuhan Asupan Gizi Seimbang
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Inovasi di bidang nutrisi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan.

Managing Director EWINDO, Glenn Pardede menerangkan EWINDO sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertanian memiliki perhatian besar untuk mendorong pemenuhan asupan gizi seimbang dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Lomba inovasi bertema "Creative Innovation Towards SDGs 2030" diharapkan menghasilkan inovasi kewirausahaan di bidang nutrisi, kesehatan dan kegiatan sosial lainnya.

Hal ini sekaligus untuk membantu Pemerintah dalam mewujudkan tujuan program Sustainable Development Goals (SDG) yang berkaitan dengan No Poverty, Zero Hunger, Quality Education, Gender Equality and Responsible Consumption and Production.

"PMIA adalah program tahunan, dimana pada tahun lalu kami fokus pada upaya perubahan dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Maka tahun ini, kami ingin mendorong munculnya inovasi-inovasi kewirausahaan khususnya di bidang nutrisi, kesehatan dan sosial kemasyarakatan," ujar Glenn Pardede, Depok, baru - baru ini.

Tahun lalu, lomba ide dan inovasi ini mendapat sambutan positif dari kalangan perguruan tinggi. Tahun ini PMIA mengundang perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi mengirimkan tulisan inovatif yang berkaitan dengan kelima SDG di atas.

Saat ini jumlah tulisan yang masuk mencapai lebih dari 100 yang berasal dari 50 perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia.

Dari keseluruhan peserta tersebut panitia memilih 10 tulisan terbaik untuk dipresentasikan hasil karyanya dan semua finalis mendapat kesempatan mengikuti booth camp di Urban Farming Center EWINDO untuk memperkenalkan pertanian pada anak muda. Pemenang lomba PMIA akan diumumkan di kantor pusat EWINDO di Purwakarta pada tanggal 24 September 2019.

Peluncuran program PMIA 2019 ini dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional tentang Food & Nutrition and its contribution to increase society welfare and health.

Seminar yang diikuti oleh akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, mahasiswa, serta praktisi nutrisi dan kesehatan ini bekerjasama dengan Pusat Penelitian Pranata Pembangunan SKSG Universitas Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam pencapaian Agenda SDG.

Hal ini terutama berkaitan dengan sektor pertanian dan kemudian untuk mengetahui program-program yang dilaksanakan Indonesia dan implementasinya sehingga berkontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 25,67 juta jiwa.

Tingkat disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan masih tinggi dimana per September 2018 tingkat kemiskinan di desa mencapai angka 13,10 persen sedangkan di kota tingkat kemiskinan mencapai angka 6,89 persen.

Peranan komoditi pertanian sebagai sumber makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar yakni mencapai 73,54 persen dibandingkan dengan komoditi non makanan.

"Kami optimis inovasi di sektor pangan khususnya nutrisi dan kesehatan jika didorong dan difasilitasi secara terstruktur akan dapat membantu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan. Pada akhirnya hal ini akan berkontribusi dalam tercapainya target SDG 2030," tutup Glenn.(tka)

Komentar

Embed Widget
x