Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 00:30 WIB

Gejala Kanker Otak Sulit Dikenal

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 3 Juli 2019 | 10:52 WIB
Gejala Kanker Otak Sulit Dikenal
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gejala kanker otak sering kali sulit dikenali. Lantas apa saja gejalanya?

"Kadang bisa menyerupai gejala maag, flu, sakit kepala, mual dan muntah," ungkap Dr. dr. Made Agus M. Inggas, Sp.BS, Jakarta, Rabu, (03/07/2019).

Sakit kepalanya pun tidak khas, dan sangat ebrvariasi. Ada yang seperti migrain, ada yang seperti vertigo, ada pula yang hanya muncul di pagi hari.

Yang pasti, perlu waspada bila sakit kepala terus menerus, sulit disembuhkan, dan makin progresif.

"Misalnya sekarang sakit kepala, lalu minum obat. Besoknya sakit lagi, dan obat seperti kemarin tidak mempan lagi; itu berarti progresif. Tandanya ada sesuatu di otak," lanjutnya.

Selain gejala umum yang tidak khas, ada pula gejala lain, sesuai dengan lokasi kankernya. Bila kanker tumbuh di pusat bicara maka gejalanya mungkin kesulitan atau tidak bisa bicara.

Bila yang terjangkit adalah bagian asosiasi, maka penderita tetap bisa bicara, tapi mungkin tidak nyambung.

Gangguan fungsi seperti contoh di atas muncul bila kanker tumbuh di bagian otak besar.

Bila kanker ada di otak kecil, biasanya gejala berupa vertigo. Sedangkan bila tumor ada di batang otak, umumnya ada penurunan kesadaran.

"Batang otak hanya seukuran ibujari orang dewasa. Bila ada kanker di sana, langsung muncul gangguan," ujar Dr. dr. Made.

Ia menyarankan agar melakukan pemeriksaan MRI, bersamaan dengan medical check up rutin, sehingga kanker otak bisa dideteksi secara dini, dan segera dilakukan pengobatan. Dengan demikian, angka keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi.

Bila ditemukan ada massa di otak melalui pemeriksaan MRI, sebesar atau sekecil apapun ukurannya, harus diambil. Ini untuk mengevaluasi apakah tumor tersebut jinak, ataukah ganas (kanker), dan apa jenisnya. Selain itu juga untuk mengurangi ukuran tumor atau kanker hingga sekecil mungkin.

Pengambilan tumor bisa dengan operasi terbuka (kraniotomi), atau biopsi; tergantung tampilan klinis dan letak tumor.(tka)

Komentar

Embed Widget
x