Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:09 WIB

Karena Perilaku Tidak Sehat

Ini Sebab Muncul KLB Hepatitis A

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 1 Juli 2019 | 17:55 WIB
Ini Sebab Muncul KLB Hepatitis A
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kejadian Luar biasa (KLB) dengan pola common source, dan umumnya akibat pencemaran air minum, makanan yang tidak masak dengan baik, makanan tercemar, kebersihan perorangan dan lingkungan yang buruk.

Tanda dan gejala infeksi Hepatitis A adalah demam, malaise (lemah, lesu), anoreksia, gangguan saluran cerna, ikterus. Masa inkubasi virus Hepatitis A adalah 15 50 hari (rata-rata 28 hari).

Telah terjadi KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, tersebar di 9 (sembilan) Puskesmas : Sudimoro, Sukorejo, Ngadirojo, Wonokarto, Tulakan, Bubakan, Tegalombo, Arjosari dan Ketrowonojoyo. Total kasus 957 orang dan tidak ada kematian (CFR=0) dengan kronologis kasus sebagai berikut :

Pada tanggal 15 Juni 2019 Dinkes Kabupaten Pacitan menerima laporan dari Puskemas Sudimoro telah ditemukan kasus diduga Hepatitias A sebanyak 8 kasus.

"Pada tanggal 17 Juni 2019 dilakukan Penyelidikan Epidemiologi oleh dinkes kab Pacitan bersama Puskesmas Sudimooro dan di temukan 60 kasus," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Jakarta, Senin, (01/07/2019).

Dilakukan pengambilan 8 specimen serum oleh Dinas Kesehatan Kab. Pacitan kemudian dikirim ke BBLK Surabaya dengan hasil Positif Hepatitis A.

Pada tanggal 20 Juni 2019 dilakukan pemeriksaan 12 sampel oleh BBTKL Surabaya dengan hasil 7 sampel positip hepatistis A. Penyebaran dan peningkatan kasus terjadi pada 5 PKM, secara geografis ke-5 PKM tersebut berada dalam satu kelompok (berdekatan) dan berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek.

Etiologi Hepatitis A adalah virus Hepatitis A (HAV), termasuk family picornaviridae genus hepatovirus dan merupakan RNA virus. Gambaran epidemiologi Hepatitis A menurut WHO diperkirakan setiap tahun ada sekitar 1,4 juta pasien Hepatitis A di seluruh dunia.

Cara penularan Hepatitis A adalah melalui fekal-oral. Virus ditemukan pada tinja dan mencapai puncak 1-2 minggu sebelum timbulnya gejala dan virus berkurang secara cepat setelah timbulnya gejala disfungsi hati yang timbul bersamaan setelah munculnya sirkulasi antibodi HAV dalam darah. (tka)

Komentar

Embed Widget
x