Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:23 WIB

Alasan Biaya dan Nyaman

Banyak Perempuan Pilih Bersalin dengan Bidan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 29 Juni 2019 | 17:45 WIB
Banyak Perempuan Pilih Bersalin dengan Bidan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, sekitar 83 persen perempuan masih memeriksakan dirinya ke bidan.

Dalam survei yang dilakukan oleh GueSehat pun, sekitar 22,6 persen jumlah responden atau sebanyak 186 perempuan masih memilih bidan sebagai jasa layanan kebidanan yang menangani kehamilan dan persalinan mereka.

Berdasarkan data yang diperoleh GueSehat, salah satu faktor utama para perempuan lebih memilih bidan karena biaya yang lebih terjangkau (27,2 persen atau 224 responden), keinginan untuk bersalin secara normal (26,7 persen atau 220 responden), perasaan yang lebih nyaman karena ditangani oleh perempuan (20,6 perempuan atau 170 responden), dan tidak perlu harus mengantre seperti saat ke dokter kandungan (13,5 perempuan atau 111 responden).

Beberapa faktor ini juga lah yang membuat salah satu responden survei GueSehat, Elin Herlina (21) lebih memercayakan seorang bidan untuk menangani kehamilan dan persalinannya.

"Karena bidan kan sama-sama perempuan, terus dekat dari rumah, dan kebetulan juga teman dari orang tua. Lagi pula, mungkin untuk biayanya juga lebih terjangkau. Karena kalau ke dokter kandungan kan harus ke rumah sakit, jadi mungkin biayanya akan lebih mahal," tutur Elin, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (29/06/2019).

Kesamaan jenis kelamin memang membuat kebanyakan perempuan merasa lebih nyaman untuk berkonsultasi perihal kehamilan dan persalinan.

"Bidan di Indonesia dan hampir di seluruh dunia memang sebagian besar perempuan. Karena bidan memberikan asuhan yang berkelanjutan atau continue of care. Jadi, ini meliputi perempuan sebelum hamil, saat hamil, setelah melahirkan, bahkan sampai nanti dia pulang ke rumah. Bidan biasanya melakukan day home visit atau home care. Nah, kalau pria kan jadinya kurang nyaman dan malah terbatas untuk melakukan follow up lanjutan," jelas Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M. Kes.

Menentukan pilihan untuk menggunakan jasa tenaga bidan atau dokter kandungan memang bukan hal mudah. Ada sejumlah pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dulu oleh para calon Ibu.

Baik bidan maupun dokter kandungan, keduanya memiliki kompetensi serta ruang lingkupnya masing-masing.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan keduanya, ada pula yang hanya dapat dilakukan oleh salah satu profesi saja. Meski begitu, bukan berarti hal tersebut menjadi faktor untuk menggantikan salah satunya. Bidan dan dokter kandungan, keduanya merupakan tenaga kesehatan di bidang kebidanan yang saling mendukung dan bekerja sama.(tka)

Komentar

Embed Widget
x