Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 00:42 WIB

Peran Bidan dan Dokter Kandungan Saling Melengkapi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 29 Juni 2019 | 17:10 WIB
Peran Bidan dan Dokter Kandungan Saling Melengkapi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Berdasarkan survei online dari GueSehat selama sepekan pada 824 Ibu di seluruh Indonesia, ada 77,4 persen memilih berkonsultasi kehamilan dan persalinan kepada dokter kandungan dibanding bidan.

Lantas, apakah hal ini menunjukkan bahwa peran bidan di era sekarang telah tergantikan oleh dokter kandungan?

Sebanyak 18,8 persen perempuan belum mengetahui perbedaan kompetensi bidan dan dokter kandungan.

Kehamilan dan persalinan tentu menjadi fase yang akan dilewati oleh hampir semua perempuan. Dalam prosesnya, tak jarang para calon Ibu ini dihadapkan pada keputusan demi keputusan, salah satunya memilih jasa antara dokter kandungan atau bidan.

Keputusan untuk memilih menggunakan jasa dokter kandungan atau bidan memang tidak mudah, terlebih bagi para calon Ibu yang baru pertama kali menjalani proses kehamilan.

Ketidaktahuan akan kompetensi di antara kedua petugas layanan ini menjadi salah satu penyebab yang membuat beberapa Ibu sulit menentukannya.

Terhitung sebanyak 155 Ibu atau sekitar 18,8 persen dari jumlah responden yang ikut serta dalam survei mengaku dirinya belum mengetahui perbedaan kompetensi seorang bidan dan dokter kandungan.

"Perlu tahu dulu nih kalau sebenarnya tenaga kesehatan di bidang kebidanan itu sebenarnya dibagi 3, yaitu bidan, dokter umum, kemudian spesialis. Ketiganya punya peran masing-masing, Jadi, tidak saling menggantikan," jelas sekretaris Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (POGI) Cabang Jakarta, dr. Ulul Albab, Sp.OG., seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (29/06/2019).

Bidan merupakan ujung tombakpertama. Bidan bertanggung jawab untuk permasalahan kebidanan yang bersifat normal, dengan batasan-batasan yang sesuai dengan kompetensinya. Artinya, ketika ditemukan permasalahan selama kehamilan, maka perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan.(tka)

Komentar

Embed Widget
x