Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 23:47 WIB

Legit Kental

Hasil Racikan Ramuan Teh Premium

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 28 Juni 2019 | 18:55 WIB
Hasil Racikan Ramuan Teh Premium
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hasil riset dilakukan OT Group menjelaskan, dari bahan maupun nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi teh tradisional, dihasilkan inovasi formula teh kemasan, Legit Kental.

Legit Kental merupakan hasil racikan ramuan teh berkualitas premium yang digali dari akar tradisi masyarakat Indonesia.

Meskipun tradisi minum teh bukan berasal dari Indonesia, tetapi aktivitas minum teh telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Semuanya bermula ketika teh dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda ke Indonesia. Menurut sejarah, tradisi minum teh masuk ke nusantara, khususnya di Pulau Jawa, melalui interaksi dengan pedagang Cina pada abad ke-17.

Kebiasaan minum teh ini memiliki fungsi sosial, yaitu untuk bersosialisasi, ngobrol dan berdiskusi.
Untuk ramuan tehnya, biasanya dicampur dengan kuncup melati, agar menghasilkan wangi yang lebih enak.

Penambahan kuncup melati ini dikarenakan daun teh yang beredar di masyarakat Indonesia pada saat itu bukanlah kualitas yang terbaik, karena daun teh dengan kualitas terbaik atau premium diekspor ke Eropa.

"Kekhasan rasa teh pada masa itu adalah sepet, kental, dan beraroma melati," kata pakar teh Indonesia Ratna Somantri, Jakarta, Jumat, (28/06/2019).

OT Group, melalui PT CS2 Pola Sehat telah berkontribusi lebih dari satu dekade dalam memproduksi teh dalam kemasan yang berkualitas.

"Kami melihat pasar teh dalam kemasan ini masih cukup potensial, tentunya dengan menghadirkan produk yang unik dan cocok dengan selera konsumen Indonesia. Untuk itulah OT Group meluncurkan produk Legit Kental, teh dalam kemasan premium yang digali dari akar tradisi masyarakat Indonesia," jelas Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, pada peluncuran Legit Kental, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center.(tka)

Komentar

Embed Widget
x