Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 00:39 WIB

Ini Cara Mengatasi Penyakit Parkinson

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 28 Juni 2019 | 17:45 WIB
Ini Cara Mengatasi Penyakit Parkinson
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jika obat-obatan sudah tidak efektif untuk mengatasi penyakit parkinsons maka perlu dilakukan tindakan operasi stimulasi otak dalam atau Deep Brain Stimulation (DBS).

Operasi DBS merupakan standar baku tindakan operasi yang telah diakui oleh Food Drug Administration Amerika Serikat untuk pengobatan essential tremor (ET), penyakit parkinsons (PD), dystonia, dan obsessive compulsive disorder (sindrom Tourette).

"Setelah pemberian obat jangka panjang, maka obat dapat menjadi kurang efektif dan mempunyai efek samping. Operasi DBS memungkinkan sel dopamin dapat dirangsang untuk memproduksi dopamin dan bekerja optimal kembali sehingga gejala penyakit parkinsons dapat diatasi dan dosis obat berkurang," terang Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf dari Parkinsons & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat, (28/06/2019).

DBS merupakan operasi untuk mengatasi tremor, kaku, dan gerak yang lambat. Teknik operasi ini dilakukan melalui penanaman elektroda atau chip pada area tertentu di otak bagian dalam.

Elektroda atau chip tersebut dihubungkan dengan kabel ke baterai yang diletakkan di dalam dada sebagai sumber arus listrik. Prosedur operasi yang dilakukan dalam dua tahap ini tergolong aman dan memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi.

Pada tahap pertama, pasien akan menerima anestesi lokal dan dibiarkan dalam keadaan sadar. Kabel yang tipis dan kecil akan ditanamkan di area tertentu di dalam otak pada tahap ini.

Tahap kedua adalah anestesi umum yang dilakukan dengan menghubungkan kabel yang ditanam pada tahap pertama ke baterai seperti pacemaker yang ditanam di daerah dada (neurostimulator).

Neurostimulator inilah yang nantinya akan diprogram oleh dokter spesialis saraf guna menghilangkan gejala-gejala serta mendapatkan respon gerak pasien yang paling optimal.

Rata-rata pasien merasakan peningkatan perbaikan motorik sekitar 75 persen -87 persen setelah dioperasi pada keadaan tanpa obat.

Berdiri sejak tahun 2016, Parkinsons & Movement Disorder Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah menangani pasien - pasien penyakit parkinsons dan gangguan gerak lainnya, diantaranya adalah Wijoyo Santoso (61 tahun) yang menceritakan kesannya setelahmenjalani operasi DBS. (tka)

Komentar

Embed Widget
x