Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 00:02 WIB

Gaya Hidup Tidak Sehat Picu Penyakit Kritis

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 27 Juni 2019 | 14:25 WIB
Gaya Hidup Tidak Sehat Picu Penyakit Kritis
(Foto: Inilahcom/Mia Umi Kartikawati)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paparann radikal bebas dan peningkatan gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan penyakit kritis.

Menurut dr. Indra Manullang, SpPD, KKV, spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, rumah sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, menjelaskan, pergeseran gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pasien penyakit kritis.

"Kini sudah mulai banyak orang usia muda yang terkena penyakit jantung, padahal jaman dulu itu adalah penyakit orang tua. Beberapa contoh gaya hidup yang mempengaruhi adalah timbulnya penyakit kritis diantaranya adalah merokok dan stress berlebihan," ujar Indra, saat ditemui di acara Talkshow sehat ayo pahami penyakit kritis dan cegah sejak dini AXA Mandiri, Jakarta, Kamis, (27/06/2019).

Masih menurutnya, stress dalam hidup memang sangat dibutuhkan agar seseorang bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Namun, lebih baik adalah dengan mengelola stress dengan baik.

Sesuai dengan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI 2018, menunjukkan bahwa prevalensi penyakit tidak menular yaitu kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi mengalami peningkatan dibanding dengan tahun 2013.

Hasil laporan tersebut menyebutkan bahwa penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang mengalami kenaikan paling tinggi yaitu 7 persen menjadi 10,9 persen, dan penyakit ginjal kronik naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen.

Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen.

Melihat fenomena tersebut, edukasi dan penyuluhan kesadaran untuk meningkatkan kesehatan sangat penting. Karena itu, AXA Mandiri ingin terus membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali penyakit kritis, tindakan pencegahan, dan dampak yang terjadi terhadap kondisi keuangan ketika mengalami penyakit kritis.

"Kami berharap masyarakat bisa lebih waspada dan terlindungi dalam mengantisipasi risiko penyakit kritis baik bagi diri sendiri, maupun keluarga," papar Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma.(tka)

Komentar

Embed Widget
x