Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:31 WIB

Ani Yudhoyono Meninggal karena Kanker Darah

Perhatikan, Ketahui Tentang Kanker Darah

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 1 Juni 2019 | 14:05 WIB
Perhatikan, Ketahui Tentang Kanker Darah
Kanker Darah - (Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Istri Presiden ke enam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono meninggal dunia pada usia 67 tahun, Sabtu, (01/06/2019), pukul 11.58 waktu Singapura.

Ani wafat di National University Hospitarl (NUH), karena mengalami sakit kanker darah.

Sekitar kurang lebih tiga bulan, Ani Yudhoyono yang memiliki nama lengkap Kristiani Herrawati Binti Sarwo Edhie Wibowo, menjalani perawatan di Singapura. Melihat kasus tersebut, ada beberapa hal yang dapat diketahui tentang kanker darah.

Jika menilik lebih dalam tentang kanker darah, ini adalah sebuah penyakit yang dianggap sebagai warisan dari orangtua. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Mengimpun data dari INILAHCOM, Orangtua yang mengidap kanker darah pasti akan mewariskannya pada anak. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Mengapa?

Banyak orang percaya bahwa kanker darah adalah sebuah penyakit turunan. Kemungkinan terjangkit akan lebih besar jika orangtua yang bersangkutan juga mengidap kanker darah.

"Dengan pengecualian sejumlah kasus yang amat langka, kanker darah bukan penyakit warisan dan tidak akan diturunkan oleh pasien ke anak mereka," kata Konsultan Hematologi PCC Dr. Colin Phipps Diong, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta.

Masih menurutnya, kelainan atau mutasi kromosom yang terdeteksi pada pasien kanker darah terjadi secara spontan dan tidak diwariskan oleh orangtua. Berbeda dengan kanker tipe padat, kanker darah memiliki keterkaitan rendah dengan kebiasaan merokok.

"Bahkan, tak banyak faktor risiko yang diketahui untuk kanker darah. Beberapa faktor risiko yang sudah terbukti dapat memicu kanker darah adalah paparan terhadap kemoterapi, radiasi, atau zat kimia tertentu yang digunakan di industri petrokimia seperti benzena, tambah Dr. Phipps.

Kanker adalah penyebab kematian terbesar kedua di dunia, dan ketujuh di Indonesia.

Salah satu tipe kanker yang paling ganas yaitu leukemia, dengan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatatkan adanya peningkatan jumlah kasus baru dan kematian akibat leukemia secara menahun antara 2010-2013. (tka).

Komentar

Embed Widget
x