Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:19 WIB

Banyak Penderita Hipertensi Tak Rutin Minum Obat

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 17 Mei 2019 | 18:20 WIB
Banyak Penderita Hipertensi Tak Rutin Minum Obat
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ternyata, banyak pasien Penderita hipertensi tidak rutin konsumsi obat.

Dari prevalensi hipertensi sebesar 34,1 persen diketahui bahwa sebesar 8,8 persen terdiagnosis hipertensi dan 13,3 persen orang yang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat serta 32,3 persen tidak rutin minum obat.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya Hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan.

Alasan penderita hipertensi tidak minum obat antara lain karena penderita hipertensi merasa sehat 59,8 persen, kunjungan tidak teratur ke fasyankes 31,3 persen, minum obat tradisional 14,5 persen, menggunakan terapi lain 12,5 persen, lupa minum obat 11,5 persen, tidak mampu beli obat 8,1 persen, terdapat efek samping obat 4,5 persen, dan obat hipertensi tidak tersedia di Fasyankes 2 persen.8

Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Kerusakan organ target akibat komplikasi Hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati.

Dokter dari Perhimpunan Hipertensi Indonesia Dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH,FINASIM mengatakan tekanan darah merupakan penyebab utama kematian di dunia tapi juga menjadi beban utama sehingga ini menjadi masalah global.

"Semua organ yang memiliki pembuluh darah akan dirusak oleh hipertensi seperti otak," kata Dr. Tunggul Situmorang SpPD-KGH,FINASIM, Jakarta, Jumat, (17/05/2019).

Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer.

Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stres.

Data Riskesdas 2018 pada penduduk usia 15 tahun keatas didapatkan data faktor risiko seperti proporsi masyarakat yang kurang makan sayur dan buah sebesar 95,5 persen, proporsi kurang aktifitas fisik 35,5 persen, proporsi merokok 29,3 persen, proporsi obesitas sentral 31 persen dan proporsi obesitas umum 21,8 persen.

Data tersebut di atas menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2013.(tka)

Komentar

Embed Widget
x