Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 01:00 WIB

Empat Pilar untuk Para Penderita Diabetes

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 9 Mei 2019 | 19:15 WIB
Empat Pilar untuk Para Penderita Diabetes
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Empat pilar penting untuk para penderita diabetes agar bisa tetap berpuasa. Penasaran seperti apa?

Empat pilar tersebut adalah edukasi, pemahaman yang menyeluruh mengenai penyakit diabetes. Kedua, pengaturan makan dengan jumlah yang sudah ditentukan serta menghindari makan berlebihan dan berlemak tinggi.

Ketiga, melakukan kegiatan jasmani secara rutin yang dapat dilakukan sehari-hari misalnya berjalan kaki, menggunakan tangga, bersepeda, dan berenang. Keempat adalah terapl farmakologl yang terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan. Tujuan tatalaksana pasien diabetes in! adalah membantu menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal, sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada pasien.

"Di Indonesia, Novo Nordisk berkomltmen untuk mendorong perubahan untuk mengatasi penyakit diabetes. Kami memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengelola diabetes selama bulan puasa, dengan berbagl pengetahuan mengenai bagaimana pasien-pasien tersebut blsa menjalankan puasa dengan tetap mengontrol gula darah. Di tahun sebelumnya kami juga telah dalam bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Asoslasl Endokrinologl Indonesia (PERKENI), dan media menghadirkan kampanye "Diabetes dan Ramadan" untuk memberikan edukasl kepada masyarakat tentang cara mengelola diabetes selama bulan puasa untuk menghindari komplikasi," ungkap Banarsono Trimandojo, Direktur Market Access, Public Affairs PT Novo Nordisk Indonesia, Jakarta, Kamis, (09/05/2019).

Edukasi mengenai tata cara berpuasa untuk pasien diabetes tipe 2 sangat penting khususnya untuk mereka yang hidup di perkotaan, terutama dengan adanya penelitian Riskesdas 2018 yang menunjukkan bahwa DKI Jakarta kini menempati peringkat pertama sebagal kota dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi di Indonesia.

"Di kota besar seperti Jakarta, salah satu penyebab utama tingginya resiko diabetes adalah gaya hidup masyarakat yang kurang sehat. Selaln itu, meskipun angka penderita diabetes terus meningkat, masih banyak penderita diabetes yang tidak terdlagnosa karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang diabetes dan penganananya. Oleh karena itu, Pemerintah menetapkan empat pilar pengendalian diabetes sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengubah pola hidup menjadl leblh sehat, dengan berhenti merokok, perbanyak konsumsl sayur dan buah, rutin olahraga, serta memeriksakan kesehatan darah secara rutin dl fasilitas kesehatan," kata dr. Dwi Oktavia T.L. Handayani, M. Epid, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menandatangi MOU Cities Changing Diabetes (CCD) yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark dan Novo Nordisk Indonesia untuk menekan pertumbuhan prevalensi diabetes.

Program Ini memillki tlga elemen yang sallng berkaitan, yaitu memetakan masalah diabetes, mendorong tlndakan nyata dan membagikan pengalaman dari solusi nyata yang sudah berhasil dilakukan untuk memberikan Inspirasi bagi kota-kota lain di seluruh dunia.(tka)

Komentar

Embed Widget
x