Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 17:12 WIB

Gelar Batik Nusantara

Wirdha Hanim, Ibu Pelestari Batik Sumatera

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 8 Mei 2019 | 17:10 WIB
Wirdha Hanim, Ibu Pelestari Batik Sumatera
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wirdha Hanim, seorang Ibu yang berusia 67 tahun. Telah melestarian dan pengembangan budaya leluhur dengan membuat kembali batik tulis dengan teknik pewarnaan alam tanah liek.

Hal ini dilakukan sejak lebih dari 25 tahun terus menerus. Wirda, penerima penghargaan batik di ajang Gelar Batik Nusantara (GBN), di JCC, Jakarta, Rabu, (08/05/2019). Sejak tahun 1995, Wirdha bergelut di dunia batik. Awalnya, dia melihat di daeranya, kain yang tampak hampir sobek dan retak - retak. Sehingga, menggunakan kain terus harus berhati - hati.

Dari hal tersebut, timbul keingginannya untuk melestarikan kain yang batik asal Sumatera.

"Jadi, setelah lihat kain itu, saya membuat eksperimen dengan adonan kue untuk mencari warna cokelat yang sesuai. Kemudian, saya buat ke Solo, itu menggunakan kimia. Kemudian ke pekalongan, juga menggunakan kimia. Akhirnya saya mendapatkan cara untuk menggunakan teknik pewarna alam," kata Wirdha, saat ditemui di pembukaan GBN.

Masih menurutnya, ketika kain batik sudah mulai tampak, dan bisa diproduksi, dia semakin yakin menjadi pengrajin batik lokal. Awalnya dia meminjam uang hingga Rp. 20 juta. Awalnya memang tidak seperti harapan. Namun, Wirdha mengakui tidak ingin berhenti sampai di titik awal.

"Ketika batiknya sudah tampak. Saya pakai uang pinjaman Rp. 20 juta. Kalau saya berhenti, ini sangat merugikan saya. Akhirnya saya coba lagi. Saya bikin batik lagi, sudah mulai tampak. dipromosikan oleh Gubernur di sana. Alhamdulillah banyak Ibu - Ibu yang tertarik," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x