Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 16:39 WIB

Pasien DMT2 Bisa Turunkan Risiko Hipoglikemia

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 30 April 2019 | 17:26 WIB
Pasien DMT2 Bisa Turunkan Risiko Hipoglikemia
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta -Hasil sembilan studi pasien (Diabetes Melitus Tipe 2) DMT2 berpuasa Ramadhan, kelas terapi DPP4i terbukti lebih baik menurunkan risiko hipoglikemia dibandingkan Sulfonilurea dengan tingkat keampuhan.

Kelas terapi DPP4i juga tidak membutuhkan penyesuaian dosis dan waktu pemberian selama bulan Ramadhan sehingga membuat pasien DMT2 lebih nyaman menjalankan ibadah puasa.

Studi lain menunjukkan perbedaan hasil penggunaan terapi DPP4i dibandingkan dengan sulfonilurea. Aravind SR pada tahun 2011 dengan metode observasional menunjukkan 20 persen dari 1.378 pasien DMT2 mengalami hipoglikemia selama mengonsumsi sulfonilurea pada bulan puasa.

Studi tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2012, di mana Aravind melakukan perbandingan konsumsi kelas terapi DPP4i dengan sulfonilurea. Hasil studi menunjukkan penggunaan kelas terapi DPP4i pada pasien DMT2 terbukti menurunkan risiko hipoglikemia sampai dengan 50 persen dibandingkan dengan sulfonilurea.

"Saat berpuasa, tidak hanyaterjadi perubahan waktu makan dan jenis makanan, tapi pasien DMT2 juga akan tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Karena itu umumnya diperlukan beberapa perubahan dalam terapi diabetes yang diberikan sehingga kadar gula dalam tubuh tidak turun terlalu rendah(hipoglikemia), maupun naik terlalu tinggi (hiperglikemia)," kata Perwakilan PB PERKENI, dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, Ph.D seperti yang dikutip dari siaran pers MDS Inventing For Life, Jakarta, Selasa, (30/04/2019).

Hipoglikemia saat puasa merupakan hal yang sering ditemui jika pasien diabetes tidak diberikan pengarahan yang memadai mengenai manajemen diabetes yang tepat selama puasa.

"Karena itu, idealnya, tiap pasien DMT2 sebaiknya berkonsultasi dengan dokter 2-3 bulan sebelum bulan Ramadhan untuk mendapatkan persiapan sebelum puasa yang memadai dan mendapatkan rekomendasi manajemen diabetes yang tepat selama bulan puasa dan saat Hari Raya Lebaran," tambahnya. (tka)

Komentar

Embed Widget
x