Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 23:53 WIB

Adiksi Teknologi Sebabkan Masalah Psikologis

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 25 April 2019 | 21:30 WIB
Adiksi Teknologi Sebabkan Masalah Psikologis
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bali - Fenomena ketergantungan dengan teknologi memang sudah tidak bisa dihindari. Hal ini juga terjadi pada anak - anak.

Menurut Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, banyaknya kasus yang terjadi akibat hal tersebut, bahkan dunia international sudah memasukkan, gamming adiction dalam kasus psikologis.

"Misalnya seperti balita - balita jaman sekarang. Kita lihat fenomenanya, sudah lebih melihat adanya ketergantungan. Ini dari pengaruh orangtuanya. Bagaimana adiksi, dari teknologi, yang sudah menjadi ancaman," kata Fidiansjah, saat ditemui di Rumah Berdaya, Denpasar, Rabu, (24/04/2019).

Masih menurut, hal tersebut berbeda ketika orang dewasa menggunakan teknologi. Karena, orang dewasa masih bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk menggunakan teknologi.

"Ketika kita sudah dewasa, kematangan fungsi fungsi biologis tadi udah matang. menggunakan teknologi ini sudah tau kapan harus menggunakan. pada anak balita, pancaran elektromagnet akan memangkas sebuah siklus, yaitu sebuah siklus irasional," tambahnya.

Karena yang terjadi adalah adanya efek kenikmatan. Pada anak - anak, ini bisa menjadi kecanduan ketika menggunakan teknologi dalam bentuk gadget atau gawai.

"Yang dia tahu adalah kenikmatan, kecanduan - kecanduan, kalau isi kencanduan ini dengan segala isinya, yang paling mendominasi adalah kekerasan dan seksual, kalau kedua ini sudah mendominasi dan menjadi dorongan, dia akan mencari sasaran, kalau sasarannya kekerasan, dia akan mengeluarkan kekerasan, sasarannya seksual dia butuhkan dorongan sesual," ungkapnya.

Hal ini bahaya bagi yang belum matang usianya. Karena paparan tersebut tidak sesuai dengan usia anak.

"Dia sudah terpapar dengan dorongan - dorongan yang tidak sesuai dengan usianya, sehingga orangtua harus bijak. Bukan berarti anak itu menjadi ketinggalan jaman ketika kita tidak berikan teknologi, tetapi proporsional, fungsi teknologi untuk apa, kapan dia menggunakan dan untuk apa," tegasnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x