Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 14:34 WIB

Ini Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 24 April 2019 | 23:05 WIB
Ini Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bali - Saat ini, tidak hanya kesehatan fisik yang diperhatikan di masyarakat. Kesehatan jiwa juga menjadi sangat penting karena tidak jarang banyak orang yang mengalami masalah gangguan jiwa.

Menurut Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, ada beberapa faktor yang mempengaruhi datangnya gangguan jiwa atau penyakit jiwa.

"Kalau meninjau dari beberapa faktor, itu yang pertama adalah faktor biologi. ada komponen - komponen tertentu struktur yang terkecil, transmeter di otak itu terganggu. Itu bukan kehendak mereka. Pada unsur biologinya ada perubahan - perubahan di neotransmeter di celah - celah sarafnya itu, yang sudah perlu mendapatkan terapi," kata Fidiansjah, saat ditemui di Rumah Berdaya Denpasar, Bali, Rabu, (24/04/2019).

Dia menambahkan, tidak semua penyakit jiwa dapat diselesaikan dalam satu cara. Karena tergantung dari tingkatan masalah gangguan jiwa di setiap individu.

"Misalnya di bedah, tidak cukup dengan itu. Dia harus diterapi dengan terapi kerja, terapi perilaku, untuk meningkatkan kepercayaan dirinya," tambahnya.

Hal yang menjadi pemicu lainnya adalah faktor sosial. Pada hal ini, keluarga atau orang di sekitar harus benar - benar mendukung seseorang yang sedang terkena gangguan jiwa. Jangan, ditinggalkan hingga akhirnya dipasung. Ini adalah langkah yang salah.

"Aspek lain adalah sosial. artinya, fungsi lain yang ada di sekitarnya itu betul - betul mendukung. Mulai dari tingkat keluarga intinya, msayrakat di sekitarnya, dan lainya. Terima, jangan dikucilkan, stigma, dan diskriminasi.Faktor keempat, tentu budaya dengan kita sebut sosial, atau religi, yang berkaitan dengan keyakinan dan agama yang kita miliki," paparnya.

Hal itu menjadi penguat, betapa memang ada, Ketuhanan Yang Masa Eka. Sesuai dengna sila pertama pada Pancasila.

"Ini yang menjadi gantungan kita mencari pertolongan. Jadi faktor itu yang coba kita berikan. pada setiap kasus," tegasnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x