Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 10:44 WIB

Kenali Bencana dan Tanggap dengan Kesehatan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 18 April 2019 | 16:15 WIB
Kenali Bencana dan Tanggap dengan Kesehatan
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait dengan beberapa kejadian bencana yang ada di Indonesia karena adanya perubahan iklim, banyak penduduk yang mengungsi dan akhirnya mengalami penyakit.

Menurut Kepala pusat krisis kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Achmad Yurianto, ketika warga harus mengungsi di pengungsian ada hal yang menarik. Karena, ternyata pengungsi sudah mengalami sakit hipertensi.

"Kita kaji dari bencana Gunung Agung, begitu dua minggu pertama kita lihat kasus hipertensi tinggi sekali, ternyata pengungsi - pengungsi ini yang sebelumnya memang penderita hipertensi dan sudah dua minggu tidak konsumsi obat, makannya ngawur karena semuannya apa adanya.

Sehingga hipertensi naik," ujar Achmad Yurianto saat ditemui di acara temu media Kemenkes RI, Jakarta, Kamis, (18/04/2019).

Hal lainnya ketika bencana terjadi di Bima, yaitu Banjir Bandang.

"Banyak sekali orang diabetes lukanya jadi membusuk. Ternyata ketika kita lihat, mereka sudah satu minggu sampai satu bulang yang sudah tidak minum obat. Akhirnya gula darahnya naik," tambahnya.

Dia menjelaskan, variabel cuaca ini menjadi suatu hal yang harus betul - betul ditandai, pelajari betul, karena banyak sekali dampak kesehatan yang muncul dari itu, baik langsung maupun tidak langsung.

"Kita punya pemgalaman menarik lagi, banjir Sampang tahun 2013, yang berakhir pada munculnya banyak leptospirosis, kalau enggak salah ada yang meninggal 9. Pada 2016 terjadi lagi banjir itu, kita sudah mulai berfikir untuk lebih berhati-hati. Tapi ternyata bukan, banjir bandang dari lereng pegunungan itu membawa turun ular kobra. 100 lebih gigitan ular kobra yang terjadi di masyarakat," paparnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x