Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 23:48 WIB

Perempuan Harus Bisa Lihat Peluang untuk Berkarya

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 17 April 2019 | 12:15 WIB
Perempuan Harus Bisa Lihat Peluang untuk Berkarya
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta Perkembangan dunia digital saat ini membuka peluang bagi perempuan Indonesia untuk berkarya serta berpartisipasi dalam industri bisnis maupun perekonomian.

Namun, stigma sosial masih menjadi salah satu permasalahan atau halangan bagi perempuan untuk berani berekspresi serta menggali potensi yang dimiliki.

Untuk itu, dukungan dari keluarga, kerabat, serta orang-orang di lingkungan sekitar memainkan peranan penting sebagai support system dalam mendorong mereka mengembangkan potensi diri.

Hasil riset Women & E-Commerce Survey 2019 oleh Markplus, Inc. terhadap 1.200 responden perempuan Indonesia menunjukkan tingginya angka kesadaran perempuan untuk menjadi individu mandiri, dimana lebih dari 65 persen perempuan Indonesia ingin memiliki kebebasan untuk berkarya khususnya di platform e-commerce.

"Kami percaya bahwa keberhasilan perempuan Indonesia akan turut berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian Indonesia. Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini, Shopee hadirkan inisiatif #UntukPerempuan dimana kami berharap dapat menginspirasi para perempuan Indonesia untuk berani mengambil langkah dan menjadi diri sendiri dalam berkarya sesuai dengan minatnya," kata Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee Indonesia, Jakarta, Rabu, (17/04/2019).

Wanita sering menghadapi tantangan terutama dalam menjalankan peran ganda di rumah dan di tempat kerja.

Walaupun perubahan budaya dan teknologi telah menawarkan peluang bagi perempuan untuk mengejar impian dan menyediakan sarana untuk menggali potensi, banyak perempuan masih membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

Selain itu, kontribusi dari berbagai pihak terkemuka seperti pemerintah Indonesia dan sektor swasta juga akan mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia.

"Perempuan Indonesia harus bisa melihat lapangan ekonomi digital yang masih terus akan berkembang ini sebagai peluang, dan mereka harus ikut serta di dalamnya sebagai aktor yang aktif,"kata Muhammad Ihsan, Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.

Saat ini masih ada beberapa kendala yang harus dihadapi, seperti literasi digital yang masih harus ditingkatkan serta akses kepada modal.

Karena itu, support system untuk mendukung perempuan agar bisa mandiri di era digital ini sangatlah penting, baik melalui kebijakan yang diinisiasi oleh pemerintah, dan berkolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat dan dunia usaha.(tka)

Komentar

Embed Widget
x