Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 23:50 WIB

Menpar Ajak Milenial Manfaatkan Tourism 4.0

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 1 April 2019 | 16:45 WIB
Menpar Ajak Milenial Manfaatkan Tourism 4.0
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Samarinda - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak kaum milenial untuk memanfaatkan keunggulan pariwisata di era revolusi industri 4.0 atau Tourism 4.0.

Hal ini untuk memenangkan persaingan sektor pariwisata di pasar global. Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang akan mengubah secara mendasar wajah berbagai industri termasuk industri pariwisata.

Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital selain juga semakin dominannya travellers milenial.

"Sekitar 70 persen travellers melakukan search dan share melalui platform digital dan lebih dari 50 persen inbound travellers kita adalah kaum milenial," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara Millennial Gathering 2019 yang berlangsung di SwissBelhotel Borneo Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), baru - baru ini.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya mengajak kaum milenial di Kaltim agar memanfaatkan era revolusi industri 4.0 (tourism 4.0) menjadi sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global.

Menpar Arief Yahya bersama narasumber Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dalam acara Millennial Gathering 2019 menjelaskan, era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar dengan terwujudnya cost valueatau dikenal dengan more for less, experience value (personalized), dan platform value resources sharing yang dinikmati para travellers.

Terwujudnya seamless dan personalized experience, menurut Arief Yahya, karena adanya peran teknologi 4.0 antara lain big data analytics, artificial intelligence, internet of things (IoT), robotics, augmented reality, cloud computing, maupun blockchain. Sebagai contoh konkrit, adanya robotic airport guide/helper memungkinkan dan membantu para travellers mempercepat proses check-in dan boarding di bandara.

Selain itu dengan memanfaakan teknologi augmented reality (AR) juga memungkinkan munculnya pelayanan e-concierge, m-payment, atau personal assistant di hotel.

Begitu pula adanya teknologi virtual reality menjadikan seluruh informasi destinasi wisata tidak lagi melalui brosur atau penjelasan para guide, akan tetapi sudah memanfaatkan teknologi virtual reality lewat smartphone di tangan para travellers.(tka)

Komentar

Embed Widget
x