Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 23:57 WIB

Penggunaan Gawai Picu Neuropati

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 27 Maret 2019 | 19:10 WIB
Penggunaan Gawai Picu Neuropati
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 98,2 persen generasi millenial menggunakan smartphone untuk mengakses informasi rata-rata 7 jam sehari.

Kebiasaan ini berisiko terkena kerusakan saraf tepi atau neuropati. Kesehatan saraf tepi dapat dijaga dengan deteksi dini, olah raga secara teratur seperti Neuromove, serta cukupi asupan vitamin neurotropik (vitamin B1, B6, dan B12).

Penggunaan gadget atau gawai saat ini menjadi kebutuhan krusial masyarakat terkait dengan kemudahan komunikasi, mencari informasi, hingga transportasi dalam genggaman semata.

Hal ini didukung data dari Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017 yang menyatakan bahwa jumlah pengguna internet mencapai 143 juta atau hampir 55 persen dari penduduk Indonesia yang berjumlah 262 juta jiwa.

Tingginya intensitas penggunaan gawai dapat memperluas risiko terkena gejala neuropati terhadap masyarakat produktif dan dapat berisiko fatal apabila tidak ditangani segera dengan benar.

"Kami menyadari bahwa saat ini teknologi berperan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, namun penggunaan dalam jangka waktu lama berisiko kerusakan saraf tepi," kata Anie Rachmayani, ConsumerHealth Associate Director of Marketing,PT P&G PHCI Indonesia, Jakarta, Rabu, (27/03/2019).

Neurobion berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan dapat menjalani hidup berkualitas melalui kampanye terintegrasi Total Solution yang mengajak masyarakat merawat sarafnya.

Masih menurutnya, secara terus menerus, pihaknya turut mendorong masyarakat agar selalu waspada dengan risiko neuropati melalui deteksi dini dan konsumsi rutin vitamin neurotropik.

Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, menjelaskan, aktivitas dengan gerakan berulang dapat menjadi faktor risiko neuropati, termasuk penggunaan gawai terlalu lama.

"Bagian tubuh pengguna gawai yang berisiko terkena neuropati adalah jari tangan karena dapat menyerang saraf tangan dan menyebabkan kesemutan atau kebas hingga rasa nyeri yang menetap," kata Manfaluthy Hakim.

Pencegahan dan pengobatan dini neuropati sangat penting untuk dilakukan mengingat kerusakan saraf akan bersifat irreversible apabila kehilangan serabut saraf diatas 50 persen.(tka)

Komentar

Embed Widget
x