Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 02:15 WIB

Ini Gejala Ketika Saraf Tepi Mulai Rusak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 27 Maret 2019 | 18:30 WIB
Ini Gejala Ketika Saraf Tepi Mulai Rusak
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ada beberapa gejala yang muncul ketika saraf tepi mulai rusak. Apa saja gejalanya?

Saraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh (organ dalam, mata, pendengaran, penghidu, kelenjar keringat, kulit dan otot - otot), karena itu sangat penting untuk dijaga agar tetap berfungsi maksimal dan terhindar dari neuropati atau kerusakan saraf tepi.

Ketika saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram, dan kelemahan otot yang disebut dengan neuropati.

Sejumlah penelitian mengonfirmasi tingginya penggunaan gawai di kalangan millenial dalam jangka waktu lama dalam kehidupan sehari-hari.

"Berdasarkan survei APJII 2017, 50 persen pengguna aktif internet menggunakan smartphone. Di kalangan millenial berusia 20 35 tahun yang 94,4 persen telah terkoneksi internet, sebanyak 98,2 persen menggunakan smartphone rata-rata 7 jam sehari dan bahkan 79 persen langsung memeriksa smartphone 1 menit setelah bangun tidur," kata Fita Maulani, Sekretaris Jenderal Asosiasi Internet of Things Indonesia, Jakarta, Rabu, (27/03/2019).

Perkembangan teknologi artinya banyak kemudahan, namun di saat yang sama screentime lebih lama dan dapat berisiko terhadap kesehatan.

"Pencegahan neuropati dapat dilakukan dengan mudah. Pada Studi Klinis 2018 NENOIN (Penelitian Non-intervensi dengan vitamin neurotropik) membuktikan bahwa konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala neuropati seperti kebas, kesemutan, rasa terbakar dan rasa sakit secara signifikan hingga 62,9 perseb dalam 3 bulan periode konsumsi. Vitamin neurotropik yang digunakan dalam studi ini adalah Neurobion Forte," ujar Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K),Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat.

"Total Solution yang kami komunikasikan dimulai dari edukasi gejala, dampak, dan pencegahan neuropati, rutin konsumsi produk vitamin neurotropik berkualitas yang terbukti klinis dengan varian yang disesuaikan dengan tingkat gejala, periksakan dini di Neuropathy Check Point jika merasakan gejala ringan dan segera konsultasikan jika gejala mulai mengganggu, dan aktif melakukan senam kesehatan saraf NeuroMove," ungkap Anie Rachmayani, ConsumerHealth Associate Director of Marketing,PT P&G PHCI Indonesia.

Masyarakat dapat mengonsumsi Neurobion Forte apabila mengalami gejala neuropati ringan sampai berat. Selanjutnya, untuk menjaga dan mencegah gejala Neuropati muncul kembali, dapat dilanjutkan dengan Neurobion putih.(tka)

Komentar

Embed Widget
x