Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 23:43 WIB

Mencetak Tubuh Anak Indonesia Sehat

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 20 Maret 2019 | 17:45 WIB
Mencetak Tubuh Anak Indonesia Sehat
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Siapkah 33 juta anak Indonesia tumbuh sehat dan berjuang untuk wujudkan kemajuan bangsa?

Setiap anak adalah bagian dari generasi penerus yang akan menentukan arah Indonesia kedepannya. Sumber daya manusia yang unggul akan membentuk negara yang bisa bersaing dengan negara lain.

Untuk itu, perlu adanya komitmen yang kuat dan dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk mempersiapkan anak Indonesia sejak dini demi terciptanya generasi maju yang unggul dan berkualitas di masa depan.

Meida Octarina, MCN selaku Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia(Kemenko PMK) mengatakan, anak-anak yang sehat dan berkualitas merupakan harapan terbaik untuk masa depan sebuah bangsa.

"Sebagai kelompok populasi yang besar, lebih dari 33 juta anak Indonesia ini akan menjadi penggerak roda kemajuan kedepannya. Dapat dibayangkan, seperti apa majunya Indonesia jika setiap anak dari jumlah tersebut memberikan ide, berinovasi, dan berkarya sesuai kemampuan terbaik mereka," kata Meida Octarina, di acara SGM Eksplor, Jakarta, Rabu, (20/03/2019).

Tercatat ada lebih dari 33 juta anak usia dini yang mendominasi piramida penduduk Indonesia saat ini. Dukungan seluruh masyarakat mutlak diperlukan mengingat Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju di tahun 2045.

Prediksi tersebut bukan tanpa perhitungan, riset terbaru menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diprediksi mencapai US$ 10 triliun pada 2030 dan berada di peringkat ke-4 sebagai negara dengan perekonomian terbesar dunia.

Posisi tersebut akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu big emerging market di dunia.

"Harapan yang mengiringi usia 100 tahun Indonesia pada tahun 2045 tentunya harus diikuti dengan tumbuhnya generasi yang memiliki kualitas yang mumpuni," ungkap Meida Octarina.

Fenomena Bonus Demografi juga harus dimanfaatkan dengan bijak agar anak Indonesia berkembang menjadi lebih berdaya dan produktif.

untuk mengemban amanat ini pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, seluruh elemen masyarakat memiliki porsi masing- masing untuk memberikan dukungan, salah satunya dengan pemenuhan gizi anak dan jaminan akses untuk mendapatkan gizi yang optimal.(tka)

Komentar

Embed Widget
x