Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 10:41 WIB

Bedah Bariatrik Solusi Masalah Kegemukan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 14 Maret 2019 | 17:55 WIB

Berita Terkait

Bedah Bariatrik Solusi Masalah Kegemukan
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bedah bariatrik, solusi gaya hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan dan gangguan metabolik.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan penduduk dewasa di Indonesia berusia di atas 18 tahun yang mengalami kegemukan atau obesitas adalah sebesar 21,8 persen dan merupakan peningkatan pesat dari tahun 2013 ketika angka jumlah penduduk dengan obesitas mencapai 14,8 persen.

Riset yang sama menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat, bahkan kini penderitanya semakin banyak yang berusia muda. Sejumlah penelitian telah mengungkapkan hubungan antara obesitas dan risiko beragam penyakit tak menular.

Melihat data yang ada, diperlukan penanganan yang tepat dan menyeluruh dalam mencegah obesitas demi mengurangi bertambahnyajumlah penderita penyakit tak menular.

Obesitas merupakan salah satu penyakit yang dapat menurunkan angka harapan hidup seseorang karena obesitas dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit lain, seperti tingginya kadar kolesterol, diabetes mellitus, hipertensi, dan gangguan vaskular Iainnya.

Obesitas dibedakan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) masing-masing orang dan terdiri dari empat kategori; yaitu berat badan berlebih dengan IMT antara 23-24,9, obesitas tingkat 1dengan IMT 25-29.9, obesitas tingkat ll dengan IMT 30-37,4 dan obesitas morbid dengan IMT 37,5 atau lebih.

Berat badan berlebih yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi obesitas morbid dengan risiko gangguan kesehatan yang semakin tinggi.

"Salah satu tindakan penanganan untuk kasus obesitas adalah bedah bariatrik. Tindakan Iini dapat dilakukan apabila pasien sudah dikategorikan sebagai obesitas morbid dan memiIiki IMT yang tinggi. Selain diperuntukkan bagi para pasien obesitas morbid," kata Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B-KBD, dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif RS Pondok lndah, Pondok lndah, Jakarta, Kamis, (14/03/2019).

Bedah bariatrik juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pasien yang memiliki IMT sedang, namun mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit diabetes dan hipertensi.

Namun, yang harus diingat, meski mampu menurunkan bobot tubuh dengan cepat, bedah bariatrik bukanlah peluru emas, tindakan ini hanya sebagai pendukung.(tka)

Komentar

Embed Widget
x