Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 03:37 WIB

Yuk, Tingkatkan Kemampuan Literasi Anak Indonesia

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 21 Februari 2019 | 18:10 WIB
Yuk, Tingkatkan Kemampuan Literasi Anak Indonesia
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Program Mobil Pustaka Pintar melakukan perluasan program yang mencakup penambahan 2000 koleksi buku dan telah dirasakan manfaatnya oleh 3.170 anak. Guna memberikan manfaat yang lebih besar lagi.

Melalui pendanaan dari MoneyGram Foundation, YPPI akan memperluas Program Mobil Pustaka Pintar untuk menjangkau anak-anak di Kecamatan Kalidawir, Tanggung Gunung dan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

"Melalui kemitraan dengan YPPI dan inovasi program Mobil Pustaka Pintar, kami percaya dapat terus mendorong peningkatan kemampuan Iiterasi dan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan keluarga di Indonesia," kata Aimee Griffiths, Ketua MoneyGram Foundation, Jakarta, Kamis, (21/02/2019).

Dia juga menjelaskan, pihaknya menambahkan dana hibah untuk pembelian 3.000 koleksi buku dan e-book, serta perlengkapan pendidikan lainnya yang ditujukan bagi anak-anak mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah.

Acara apresiasi bertajuk The Journey of Mobil Pustaka Pintar, Pengetahuan Mengubah Kehidupandihadiri oleh ketua MoneyGram Foundation, Sabrina Chan, Direktur Marketing dan APAC ME ISC, dan Dr. Muhammad Syarif Bando MM, kepala Perpustakaan Nasional yang turut hadir untuk menyaksikan pemutaran film pendek mengenai aktivitas Mobil Pustaka Pintar yang memiliki pengaruh besar kepada anak-anak terkait dunia Iiterasi.

Dalam rangkaian acara, Awam Prakoso, tokoh Pendongeng dan Pemerhati Anak berbagi cerita dan kiat Story Telling kepada siswa-siswi Sekolah Dasar, Guru dan orangtua. Anak-anak dan orangtua yang mendapatkan manfaat dari program tersebut diundang untuk berpartisipasi di beberapa aktivitas dalam rangkaian acara seni, pembacaan dongeng dan tarian khas dengan kostum budaya lokal yang penuh warna.

Hingga saat ini Mobil Pustaka Pintar akan terus beroperasi di Tulungagung, Jawa Timur, sebuah kapubaten dengan angka pekerja migran yang tinggi dan memiliki kualitas hidup yang belum terpenuhi dengan baik. (tka)

Komentar

Embed Widget
x