Find and Follow Us

Kamis, 25 April 2019 | 13:13 WIB

Istri SBY, Ani Yudhoyono Alami Kanker Darah

Yuk, Kenal Lebih Dalam Tentang Kanker Darah

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 14 Februari 2019 | 16:55 WIB
Yuk, Kenal Lebih Dalam Tentang Kanker Darah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Baru - baru ini, Indonesia dikejutkan dengan kabar, istri SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Ani Yudhoyono mengalami kanker darah. Lantas, apa yang perlu diketahui tentang kanker darah?

Kemarin, Rabu, (13/02/2019), SBY secara resmi, memberikan keterangan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dialami istrinya, lewat sebuah video.

"Saat ini saya berada di Singapore, mendampingin Ibu Ani menjalani perawatan. Sejak tanggal 2 Februari 2019 lalu, Ibu Ani menjalankan medical treatment di Singapore atas rekomendasi tim dokter Kepresidenan Indonesia. Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami Blood Cancer atau kanker darah," papar SBY pada tayangan video yang ditayangkan di akun instagram menantunya, @annisayudhoyono, Jakarta, Kamis, (14/02/2019).

Jika menilik lebih dalam tentang kanker darah, ini adalah sebuah penyakit yang dianggap sebagai warisan dari orangtua. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Mengimpun data dari INILAHCOM, Orangtua yang mengidap kanker darah pasti akan mewariskannya pada anak. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Mengapa?

Banyak orang percaya bahwa kanker darah adalah sebuah penyakit turunan. Kemungkinan terjangkit akan lebih besar jika orangtua yang bersangkutan juga mengidap kanker darah.

"Dengan pengecualian sejumlah kasus yang amat langka, kanker darah bukan penyakit warisan dan tidak akan diturunkan oleh pasien ke anak mereka," kata Konsultan Hematologi PCC Dr. Colin Phipps Diong, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta.

Masih menurutnya, kelainan atau mutasi kromosom yang terdeteksi pada pasien kanker darah terjadi secara spontan dan tidak diwariskan oleh orangtua. Berbeda dengan kanker tipe padat, kanker darah memiliki keterkaitan rendah dengan kebiasaan merokok.

"Bahkan, tak banyak faktor risiko yang diketahui untuk kanker darah. Beberapa faktor risiko yang sudah terbukti dapat memicu kanker darah adalah paparan terhadap kemoterapi, radiasi, atau zat kimia tertentu yang digunakan di industri petrokimia seperti benzena, tambah Dr. Phipps.

Kanker adalah penyebab kematian terbesar kedua di dunia, dan ketujuh di Indonesia.

Salah satu tipe kanker yang paling ganas yaitu leukemia, dengan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatatkan adanya peningkatan jumlah kasus baru dan kematian akibat leukemia secara menahun antara 2010-2013.(tka)

Komentar

Embed Widget
x