Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 13:41 WIB

Cegah Kanker, Ini yang Dilakukan YKI DKI Jakarta

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 13 Februari 2019 | 21:05 WIB
Cegah Kanker, Ini yang Dilakukan YKI DKI Jakarta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta memiliki program edukasi pencegahan kanker dan penanganan kanker. Misalnya dengan penyediaan vaksin murah.

Untuk sekali suntik, hanya Rp. 770 ribu (per Februari 2019).

"Ini vaksin asli, bukan KW. Harganya bisa murah kami meminta harga khusus dari produsen," ujar dr. Venita, Ms.C, Kepala Bidang Pelayanan Sosial YKI (Yayasan Kanker Indonesia) Provinsi DKI Jakarta, saat ditemui di acara forum Ngobras, Jakarta, Rabu, (13/02/2019).

Bagi yang ingin mendapat vaksin tersebut, tinggal datang ke YKI DKI Jakarta; sesederhana itu. Vaksin HPV diperuntukkan bagi usia 9-45 tahun. Untuk usia 9-13 tahun, vaksinasi cukup 2 kali, dengan interval 0-6 bulan.

Untuk usia 14 tahun ke atas, dilakukan dalam 3 dosis, dengan interval 0-2-6 bulan. Vaksin kuadrivalen melindungi dari HPV tipe 16 dan 18, dan dari tipe non onkogenik 6 dan 11 yang sering menyebabkan kutil kelamin.

Vaksin HPV hampir 100 persen melindungi dari tipe 16 dan 18. Kedua tipe ini menyebabkan 75 persen kanker serviks.

Sehingga, vaksin yang tersedia sekarang bisa melindungi dari lebih dari 75 persen kanker serviks. Ada belasan HPV tipe onkogenik lain yang bisa menyebabkan kanker serviks, misalnya tipe 52, 45, dan 58.

Edukasi CISC dan KICKS Ibu Endang Suryani (52 tahun) adalah penyintas kanker serviks stadium 2B. Bergabung dengan CISC (Cancer Information and Support Center) dirasa sangat membantunya dalam proses penyembuhan.

Ia merasa mendaopat dukungan dari orang-orang yang juga merasakan penderitaan yang sama. CISC Bersama dengan KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks) memiliki agenda rutin memberi edukasi mengenai kanker serviks, di Jakarta maupun kota-kota lain.

"CISC sudah sampai ke Batam, Bangka Belitung, Gorontalo, Jawa Tengah. Tahun ini kami akan ke Jawa Timur, Bangkalan Madura, dan Baliu. Di bali banyak yang kena kanker serviks," ujarnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x