Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 00:20 WIB

Vaksinasi, Cara Lindungi Diri dari Virus HPV

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 13 Februari 2019 | 20:45 WIB
Vaksinasi, Cara Lindungi Diri dari Virus HPV
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Hal yang paling penting adalah melindungi diri dari infeksi HPV sedini mungkin.

Pencegahan primer dengan vaksinasi. Jakarta telah memulai proyek percontohan vaksinasi HPV untuk siswi kelas 5 SD/sederajat.

"Kita harapkan segera menjadi program nasional," tegas Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), saat ditemui di acara forum Ngobras, Rabu, (13/02/2019).

Perempuan harus melindungi diri Kanker serviks paling banyak menyerang perempuan usia produktif. Masa di mana perempuan sedang berada dalam puncak karirnya, dan mungkin sedang sangat menikmati peran sebagai seorang Ibu.

"Perempuan hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri. Begitu dia sakit, satu keluarga bahkan senegara ikut sakit," ujar dr. Venita, Ms.C, Kepala Bidang Pelayanan Sosial YKI (Yayasan Kanker Indonesia) Provinsi DKI Jakarta.

Biaya pengobatan kanker jauh dari kata murah. Sekalipun memiliki asuransi, pastinya tidak cukup karena membutuhkan biaya hingga ratusan juta bisa habis.

Bahkan harta benda pun ikut habis untuk biaya pengobatan, hingga tak bersisa. Hal ini sangat disayangkan, karena sesungguhnya kanker serviks bisa dicegah.

"Kita dianugerahi bertahun-tahun untuk melakukan pencegahan," tegas dr. Venita.

Proses terjadinya kanker serviks tidaklah singkat. Di awal, kanker bisa dicegah dengan vaksin. Bila sudah terlewat, masih bisa dideteksi dini dengan skrining.

"Kita punya waktu 10 tahun untuk bertindak. Tidak mungkin tidak sempat," imbuhnya.

Hingga kini, cakupan vaksinasi HPV di Indonesia baru 1,1 persen. Belum ada program vaksinasi HPV untuk perempuan dewasa; harus diusahakan secara mandiri.

Harga vaksin yang relatif mahal merupakan salah satu kendala utama. Namun jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan kanker.

Bandingkan pula dengan gaya hidup kita sehari-hari: berapa kali kita makan di restoran, nonton, atau shopping dalam sebulan?

"Kita mau mengeluarkan banyak uang untuk membeli ponsel yang hanya bisa digunakan selama dua tahun. Kenapa tidak mau menabung untuk mengusahakan vaksin yang akan melindungi seumur hidup?" sesal dr. Venita.(tka)

Komentar

Embed Widget
x