Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 00:12 WIB

Menkes Tegaskan Kanker Tak Masuk dalam Urun Biaya

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 4 Februari 2019 | 16:45 WIB
Menkes Tegaskan Kanker Tak Masuk dalam Urun Biaya
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek menegaskan, penyakit kanker tidak masuk dalam kategori penyakit urun biaya yang dikenakan untuk para peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Menurutnya, para pasien kanker tidak perlu membayar pengobatan karena sudah ditanggung oleh BPJS. Untuk urun biaya, lanjutnya, hal tersebut masih dalam tahap diskusi dari berbagai pihak.

"Enggak ada biaya 10 persen dari BPJS, peraturan yang keluar itu adalah suatu peraturan yang mau mengatur tentunya kita sebagai pemakai ada sesuatu yang tidak disiplin dalam hal ini. Misalnya, saya kelas 3 dalam iuran. Tiba - tiba masuk rumah sakit mau di VIP. Boleh ga itu? Lah, itu tadi tidak ada hanya yang melakukan moral hazard. Kalau untuk pasien kanker tidak juga. memang sudah ada standarnya. Untuk pengobatan, obat- obat kanker sudah diberikan. tidak ada bayar" kata Menkes RI, Nila Moeloek, Jakarta, Senin, (04/02/2019).

Pengenaan urun biaya belum berlaku bagi peserta JKN, karena Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 tahun 2018 tentang Pengenaaan Urun Biaya dan Selisih Biaya Dalam Program Jamainaan Kesehatan baru mengatur tentang prosedur dan besaran urun biaya.

Jenis pelayanan kesehatan yang dapat dikenakan urun biaya harus ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah dikaji oleh Tim yang unsurnya terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perasatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Akademisi dan Kementerian Kesehatan.

Sementara Jenis pelayanan kesehatan yang dapat dikenakan urun biaya harus diusulkan terlebih dahulu oleh Asosiasi Perumahsakitan, BPJS Kesehatan, atau Organisasi Profesi.

Meski kanker adalah penyakit yang membutuhkan biaya tidak sedikit, Menkes tetap menegaskan hal ini tetap dalam tanggungan BPJS jika pasien tersebut masuk dalam peserta JKN.

"Enggak (Urun Biaya). Kita tetap harus menolong. Kita ada obat - obat standarnya. Kalau dia minta obat di luar yang kita punyai. Tapi obat itu buat apa dulu. Apa betul buat pengobatan atau tidak. Misalnya, standar sudah dikasih tapi mau makan obat helbal apa yang mahal luar biasa. Itu bukan tanggung jawab BPJS, itu maksudnya. Yang di luar dari aturan bukan untuk dia menjadi sembuh misalnya," ungkapnya. (tka)

Komentar

Embed Widget
x