Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:05 WIB

Berkaca dari Kasus Prostitusi Online

Ini Risiko Ganti - Ganti Pasangan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 16 Januari 2019 | 19:10 WIB

Berita Terkait

Ini Risiko Ganti - Ganti Pasangan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Belakangan sangat marak pemberitaan tentang prostitusi online. Hal ini terkait dengan aktris Vanessa Angle yang saat ini ditetapkan jadi tersangka atas kasus prostitusi online.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD KGEH MMB, siapapun yang melakukan berganti - ganti pasangan akan berisiko untuk penderita penyakit akibat hubungan seksual termasuk HIV yang mungkin kurang disadari oleh pelakunya.

"Pernah ada pasien yang datang akibat penyakit hubungan seksualkomplain, karena merasa sudah membeli mahal kok tetap kena juga," kata Ari Fahrial Syam, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (16/01/2019).

Untuk mengetahui terkait terjangkit penyakit akibat hubungan seksual, hal tersebut dibutuhkan pemeriksaan tes darah.

"Ya itu masalahnya dengan pemeriksaan darah kita baru tahu apakah seseorang menderitaHuman Immunodeficiency Virus (HIV) atau tidak.

Pengalaman klinis saya sebagai dokter spesialis penyakit dalam menemukan, pasien dengan HIV terjadi pada semua kalangan," tambahnya.

Penyakit ini bisa menulari semua profesi. Ibu rumah tangga (IRT) yang tidak berganti - ganti pasangan pun menderita HIV karena mungkin tertular dari suaminya yang suka jajan diluar.

"Seorang Ibu muda baik-baik yang akan menikah positif mengidap HIV karena kemungkinan tertular dari mantan pacarnya yang memakai narkoba, dimana saat pacaran sewaktu duduk di bangku SMA pernah berhubungan seks beberapa kali," paparnya.

Berdasarkan pengalaman ini, untuk memastikan apakah seseorang menderita HIV AIDS. Dia menambahkan tidak akan melihat status sosial pasien tersebut walau sehormat apapun status sosial pasien tersebut.

"Beberapa kali media pernah menguak kehidupan seks para kalangan atas yang bisa membayar mahal untuk berkencan melalui transaksi online," ujarnya. (tka)

Komentar

x