Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:52 WIB

Waspada Penyakit Kritis Menyerang Tiba - Tiba

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 15 Januari 2019 | 15:35 WIB
Waspada Penyakit Kritis Menyerang Tiba - Tiba
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta -Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, prevalensi berbagai PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi mengalami kenaikan.

Hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1persen, prevalensi stroke naik dari 7persen menjadi 10,9 persen, penyakit ginjal kronis naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen dan prevalensi kanker naik dari 1,4 persen menjadi 1,8 persen.

PTM juga berpotensi menyebabkan kesulitan keuangan.World Health Organization (WHO) mengungkapkan, Penyakit PTM diperkirakan menjadi penyebab 73 persen kematian di Indonesia.

Penelitian "ASEAN Cost in Oncology" (ACTION) mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, hampir 50 persen mengalami kebangkrutan, dan 29 persen meninggal dunia. Penelitian ini dilakukan dari 2014 sampai 2015.

Untuk melindungi pasien dan keluarganya dari dampak keuangan akibat penyakit kritis, setiap orang harus mempersiapkan sesuatu agar kehidupan ekonomi rumah tangga tidak tiba - tiba mengalami kebangkrutan.

"Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya dan dapat mengganggu perencanaan keuangan. Melalui PRUCriticaI Benefit 88, Prudential berharap dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya. Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup," kata Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jakarta, Selasa, (15/01/2019).

Ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi dan mengelola dampak keuangan yang ditimbulkan oleh penyakit kritis.

"Kesibukan dan tuntutan pekerjaan merupakan tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat. Kebiasaan seperti merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur adalah faktor-faktor risiko utama penyebab PTM," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA.

Saat ini, usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis.

Masyarakat harus mulai menaruh perhatian karena dampak dari penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit, dan biaya hidup. (tka)

Komentar

Embed Widget
x